Partner

Budaya kerja itu sangat penting bagi transformasi sistem, di manapun, di lingkungan kerja, organisasi dsb. Budaya kerja yang profesional misalnya, tidak sekedar menjadi bagian dari slogan. Tidak sekedar hitam di atas putih semacam SK legalitas. Tidak sekedar nama tercantum di SK, namun secara kontribusi kurang terlihat misalnya. Budaya ewuh pakewuh, dalam hal tertentu baik, menjaga perasaan orang lain. Namun dalam pekerjaan sebenarnya harus bagaimana menyikapinya. Kalau memang kurang kontributif, kenapa mesti tetap di tulis? Berusaha untuk terus memahami, dan memaklumi, sementara dia kurang peka atau tanggap dengan pekerjaan? kurang peka terhadap pekerjaan tim. Ikut nebeng mencantumkan nama? Ah disitu saya kadang bingung menyikapinya. Karena pelan-pelan mengganggu kinerja tim. Ada yang benar-benar capek bekerja dari depan menyambut tamu sampai bersih-bersih, cuci piring. Eh ada yang duduk manis, diingatkan dan dicolek untuk ikut berkontribusi tapi marah-marah. Saat pekerjaan selesai dengan sukses, otomatis ikut merayakan. Tetapi giliran capek-capeknya ga ikut.. Apakah ini memang bagian dari ujian dunia? bukankah dunia adalah testing place, not resting place? Ujian kesabaran? hmm. Di sisi lain, ada saja yang sabaaaar menyikapinya dengan kerja.. kerja.. kerja…. pontang-panting? Aku yang ngelihatnya malah yang gemeeeeeesssss!!! kenapa bisa begitu kontras gt loh.. Yang satu sedemikian kerja, sementara yang satunya sedemikian santai..

Tapi dunia senantiasa berputar, tidak akan selalu demikian bukan? makanya saat di atas jangan sombong dan saat di bawah jangan terlalu bersedih. Di situ saya mencoba menyikapinya dengan melihat dari kacamata yang berbeda.. Yang membuat diri mengerem untuk tidak sabar misalnya. Berusaha menikmatinya, dan mencari sisi-sisi hikmah di balik itu semua.. hehehe bukan berarti saya sudah bisa, tapi berusaaaha… (noted it).

Tidak hanya di lingkungan pekerjaan, di lingkungan keluarga, saudara ya pasti selalu ada hal semacam itu.. Seberapa lapang kita menyikapinya? Bukankah kita tidak bisa mengubah orang lain, karena memperbaiki diri sendiri saja sulitnya bukan main. Dan barangkali ada sisi-sisi diri kita yang juga menguji orang lain agar sabar dengan diri kita. But sometimes, i feel tired, you know.. Thats why, sampai sekarang saya masih menikmati kesendirian. Namun bukan berarti ingin terus sendiri. Bukankah manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan? But, finding the right one is not easy.. setiap orang punya kelebihan dan kekurangan bukan? Butuh kesiapan hati untuk menerima seseorang menjadi bagian dari hidup. Seperti halnya, kelapangan orang lain untuk menerimaku dengan kelebihan kekurangan, satu paket.

Yang seperti apa, yang bagaimana? Ah wawlohualam. Tapi kalau boleh meminta pada Tuhan, i just wanna him.. yang dengannya aku merasa enough, tak perlu mencari-cari yang lain. Tumbuh bersama, belajar bersama mengarungi samudera hidup yang misterius, unpredictable. Aku tidak suka dengan orang yang sudah merasa matang dan banyak pengalaman sehingga tidak mau belajar, tidak menghargai orang lain. Bukankah hidup dinamis, tidak bisa kita menyikapinya tanpa terus belajar. Bahkan dengan pasangan, proses pengenalan dan pemahaman berlangsung seumur hidup. why? karena konteks lingkungan sosial dsb sepanjang hidup tidak stagnan. So… semua butuh terus belajar. Dan partner hidup itu sesorang yang sama-sama akan memasuki kehidupan personal satu sama lain. Itu tidak bisa berjalan sepihak, tapi saling beriringan. Itu butuh kecocokan dan perasaan saling membutuhkan, sehingga timbul kesadaran untuk mau saling belajar dan menghargai. Orang baik ketemu orang baik tidak berarti otomatis cocok. Bisa jadi justru bukan partner yang baik. Jodoh itu rahasia Tuhan. Ah teori mulu ini..Kpn praktik (nya), again? YES.. atau ketemu jodoh di akhirat saja? …. =)

NB> Sejenak escape dari kerjaan guys… =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s