Sejenak Refleksi Hidup

download (3).jpgKehidupan berjalan tak selalu yang kita mau. Kehidupan juga tak selalu seperti yang kita rencanakan. Terkadang ada saatnya kita berada di titik yang tak tahu, ke mana harus meneruskan langkah. Lurus kah? Belok ke kiri? Belok ke kanan? atau bahkan putar haluan dan kembali ke titik semula.

Hidup tidak bisa di ulang, ketika misalnya memutuskan kembali ke titik semula, kondisi sudah berubah, berbeda. Situasi juga tidaklah sama. Pun, perasaan munngkin juga sudah berbeda.. Ada proses penataan ulang terhadap kenyataan yang harus dijalani. Ada sisi-sisi yang mesti bisa dikompromi. walau tak mudah, tapi itulah kenyataan dan takdirNya ysng berbicara. Manusia bisa apa?

Ketika meneruskan langkah, harus bisa tegar dan menghadapi apa yang di depan mata. Semua pilihan punya konsekuensinya masing-masing. Apa yang dulu sepertinya ingin dicapai terkadang menemukan jalan buntu, membuat ragu. Apa yang dulu tak diperhatikan menjadi menarik untuk diperhatikan. Apa yang dulu tak disadari menjadi disadari. Terlambat menyadari, dan kadang menimbulkan tanya, kenapa mesti seperti ini?

Ada sedih, ada juga yang lebih dari sekedar sedih. Terkadang perasaan bercampur aduk, susah untuk diwakilkan dengan kata-kata.. Susah untuk diungkapkan walau sebenarnya tanpa dikatakan juga sudah terungkap. Susah untuk disampaikan walau itu juga termasuk bagian dari penyampaian. Menyakitkan! Hidup memang punya episode menyakitkannya sendiri-sendiri. Hal yang menyakitkan di waktu lampau berbeda dengan hal yang menyakitkan di masa kini, pun di masa yang akan datang. Segala sesuatu ada masanya. Itu akan berlalu, tak usah terlalu menjadikannya berlebihan. Tak baik.. Toh dibalik itu semua ada hikmah yang bisa di petik. Ada sesuatu yang ingin diasah di diri kita. Menjadi lebih baik dari sebelumnya, menjadi lebih taat dan menggantungkan diri pada KuasaNya. menjadi lebih bijak, menjadi … menjadi…. yang mungkin baru akan disadari esok hari, lusa atau bahkan bertahun-tahun berikutnya…

Ah entahlah, apa maksudNya dibalik ini semua?

Apa mauNya?

Apa rencanaNya?

Bisakah kita tetap sabar menjalani hal-hal yang tidak mengenakkan? menyakitkan? menyedihkan?

Bisakah kita ridho, ikhlas terhadap segala ketentuanNya, entah yang kita sukai atau tidak kita sukai?

Bisakah kita tetap dalam koridorNya, menjalankan perintahNya dan menjalani laranganNya? menjadi hambaNya yang taat?

Bisakah kita menerima takdirNya?

Bahkan ketika kita merasa lelah, lemah, dan kehilangan arah?

Bahkan ketika seakan segala daya dan upaya kita terasa belum ada hasilnya?

Ke mana mesti melangkah??

SELAIN KEMBALI  PADANYA..

PASRAHKAN diri PADANYA

ikhlasssss…. sungguh hatiku pasrah.. padaMu..

Bimbing, tuntun, arahkan ke jalan yang Engkau ridhoi..

atas jalan hidupku ini..

Engkau yang Maha Mengetahui yang terbaik buat hambaMu..

Ya mugholibul qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinnik..

Jangan uji melebihi batas kemampuanku..

La haula walaa quwwata illa billah..

 

Bogor, Amaroossa Hotel

room 912

sidang tafsir argumentasi teologis….

serasa kuliah  matrikulasi tentang pemikiran Islam…

setelah sekian lama ikut beberapa kegiatan namun biasanya berkutat dengan keuangan dan spj,

alhamdulillah bisa juga menyimak isi kajian… ^ -^

Hal yang langka… jadi terasa istimewaaaa…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s