Masalalu Jadikan sebagai Sarana Pembelajaran

Mengapa terlalu dimasukkan ke hati, jika kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya. Mengapa terlalu kesal sama seseorang, jika dikemudian hari justru menjadi suatu kenangan  pada akhirnya.  Mengapa juga merasa berat dan lemah  menghadapi apa yang di depan mata, karena toh itu tak abadi. Jalani, nanti juga akan terlewati dengan ijin dan kuasaNya. Mengapa berkutat pada masa lalu, karena itu sudah lewat dan ga akan mungkin bisa kembali. Mengapa cemas dan khawatir berlebihan dengan masa depan kalau kita punya agama sebagai pedoman. Mengapa memikirkan hal-hal yang terlampau jauh dari jangkauan ketika yang didepan mata sudah menanti dengan senyuman. Mengapa memikirkan kenangan usang yang sudah lapuk oleh waktu. Biarkan ia tetap menjadi kenangan yang mewarnai perjalanan hidup kita. Mungkin akan hadir kembali dalam hidup kita, atau hanya sekedar singgah di masa lalu saja. Kalau kenangan itu kadang muncul, anggap sebagai bahan pembelajaran hidup agar lebih bijak. Biar kan ia begitu adanya. Karena kita ada sekarang tak lepas dari masalalu.. masalalu membentuk dan mewarnai kepribadian kita sekarang. Jasanya tidak bisa dipandang remeh. Tapi terlalu terpaku padamasa lalu juga tak baik. Membuat langkah kita terhenti. Padahal hidup terus berjalan, berubah.  Tak mungkin kita hanya berdiam diri saja, berhenti dan terperosok dalam pesona masa lalu.  Bagaimana kita akan maju? Sayangi diri, masa depan yang akan kau temui itu ditentukan oleh bagaimana kita menyikapi hidup kita saat ini. Tak mudah memang, tapi bila realita yang berbicara sekarang kita abaikan, bagaimana masa depan nantinya? Bukankah apa yang kita lakukan hari ini menentukan esok hari.mmasa lalu tidak bisa kita ubah. Tapi masa depan masih bisa kita usahakan menjadi indah dengan mimpi-mimpi dan harapan baru.Kalau toh lukisan masa depan tidak sesuai dengan harapan dan apa yang diimpikan, biarkan tangan Alloh yang merevisinya, dengan lebih indah tentunya. Karena kita bukanlah pelukis dan penentu hidup dan kehidupan kita. Dia Maha Tahu apa yang terbaik buat kita. Ya, kalimat yangvterlampau sering terdengar biasa, tapi memang dalam praktiknya tidaklah terasa biasa. Begitulah beratnya menanamkan kebijaksanaan dan pembelajaran dalam hidup. Ujian, tempaan, kesulitan, masalah adalah bagian dari proses penempaan panjang. Itu yang akan memahat jiwa, mengukir rasa mencipta diri kita menjadi sosok yang lebih baik darimsebelumnya. Ya, sudah seringmmendengar bukan, bahwa emas dan mutiara yang berkualitas itu tidah terbentuk begitu saja. Ada proses penempaan yang mensyaratkan sikap dan ketekunan, kesabaran dalam prosesnya. Yakinlahmsuatu saatmakan tahu dan memahami maksud baikNya. Jika sekarang belum, suatu saat ini. Bersabarlah dan terus optimis menggapai masa depan. Mungkin suatu saat kita akan ingat betapa suatu kenangan itu memacu kita untuk lebih baik, lebih banyak berdoa dan mendekat kepadaNya. Dia ingin kita lebih sering menjumpaiNya, dan memasrahkan diri padaNya.. Biarkan Dia atur segalanya, tentang hidup dan kehidupan kita. Ya, letakkan kembali beban-beban itu di tanganNya yang Maha Kuasa.. Maka hati menjadi lebih tenang… optimis…Ya, karena hanya Dia lah sebaik-baik tempat kembali…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s