Decision Making: antara Rasionalitas Manusia dan Tuhan

Setiap hari, kita dihadapkan dengan pilihan. Dari hal yang kecil,rutin, simple hingga yang kompleks. Mulai pilihan mau pakai baju apa,makan apa,prioritas waktu,hingga agenda besar dlm hidup seperti menikah, kuliah, pekerjaan dsb. Kadang pilihan itu menimbulkan kita ragu, galau untuk memutuskan. Ada beragam hal yang membuatnya begitu, sisi afektif terkait minat/selera, suka tidak suka, sisi rasional/pertimbangan kemungkinan pilihan berdasar realita, situasi dan kondisi, kapasitas diri, dsb.

Setiap decison making berbuntut resiko. Itulah yang membuat kita seharusnya membuat pertimbangan-pertimbangan. Suka atau tidak suka harus memilih. Tidak ada yang sempurna setiap apapun yang kita pilih. Itu kadang membuat orang menjadi plin-plan. Tapi mesti disadari juga kita sendiri bukan makhluk sempurna, jadi buatlah pertimbangan-pertimbangan sebelum memutuskan,diiringi doa agar diberi petunjuk olehNya dan putuskanlah sesuai dengan kata hati. Terakhir komitmen lah dengan pilihan yang telah diambil.

Apapun keputusan kita, sadari juga tak akan luput dari ujian, kesulitan, cobaaan. Jangan sampai menyalahkan orang lain atas pilihan yang telah diambil. Itu terjadi bukan semata- mata atas faktor diri kita sepenuhnya. Ada faktor campur tanganNya. Itu yang membuat kita sadar, bahwa kita hanya manusia.terikat dalam konteks waktu,ruang.Kadang saya merenung, setiap apa yang terjadi dalam hidup saya itu memang mengandung banyak pilihan, tapi pada akhirnya Dia yang menuntun saya untuk memilih dan menjalani peran-peran dalam hidup ini. Entah saya suka atau tidak, semua terjadi dan terhampar di depan mata. Dan tanpa disadari telah berjalan 30 tahun, serasa baru kemarin lahir ke muka bumi. Tinggal separuh hidup lagi kalau diambil batas usia standard manusia rata-rata 60 tahun. Kalau ternyata sebelum mencapai 60 tahun sudah meninggal, anggap itu bonus untuk istirahat lebih cepat di sisiNya. Kalau lebih dari 60 tahun anggap itu bonus agar kita punya waktu lebih banyK untuk beramal dan berbuat baik mencari bekal menuju kematian.

Entahlah, kenapa topik ini mengalir begitu saja untuk ditulis.Berawal dari kegalauan hati untuk mengajukan pembimbing. Ada 3 kandidat dengan kelebihan dan kekurangan masing-zmasing. Membuat saya bingung. Ada yang sudah mengajukan diri sebagai pembimbing tesis bahkan sebelum saya
meminta, ada yang sudah menjadi konsultan dan sharing partner selama proses proposal, ada yang memang topik tulisan saya sama dengan disertasinya ketika phd di salah satu Universitas di Australia. Fyuuuh… padahal cuma pengajuan nama calon pembimbing. Bisa membuat galau saya. Toh sistem di kampus ada semacam tim yang mempertimbangkan usulan dan meng acc usulan kita itu. Disertasi campur tanganNya pula, itu sudah pasti. Itu yang membuat saya pada akhirnya memasrahkan siapa yang akan menjadi pembimbing saya pada akhirnya padaNya Yang Maha Mengetahui baik buruknya sesuatu. Dalam proses decision making bila disertasi berdoa padaNya. Dalam perjalanan waktu menuju pengambilan keputusan.Melalui orang dekat kita, teman atau bahkan orang yang baru ditemui, kuasaNya memberi petunjuk dan informasi kepada kita terkait pilihan-pilihan itu. Ada sisi rasionalitas, afektif, yang bermain di sana.. Ah, saya tak ingin mengecewakan semuanya sebenarnya. Toh bukan karena saya hebat sehingga punya banyak pilihan. Saya yakin semua mahasiswa juga punya banyak pilihan. Saya hanya takut mengecewakan, menyakiti. Walau pasti setiap apapun yang kita pilih akan ada pihak yang kita kecewakan. Itu sudah menjadi sifat alami decision making. Tidak bisa menyenangkan semua pihak. Maafkan, saya harus memilih. Maaf bila tak terpilih, itu bukan semata-mata kuasa saya. KuasaNya Maha hebat untuk membuat saya siap untuk menerima apapun dan siapapun pilihanNya. Saya hanya mengajukan, ada sistem kampus yang memutuskan, ada sistem dan kuasaNya yang bekerja menaungi segala yang ada dan terjadi di muka bumi ini. So… lagi-lagi.. i dont know.. semua seakan akan seperti sinetron tv yang terskenario olehNya, jalan cerita, tokoh-tokoh yang bermain di dalamnya, lengkap dengan konflik dan solusinya yang akan mengikutinya. Dengan bayaran dosa dan pahala.itulah yang membuat saya galau. Antara harap, takut dan khawatir padaNya akan menakdirkan yang mana. Ah, kenapa menjadi agak melo.. lebayyyyy? Mungkin. Buts thats me.. iam a women, makhluk yang katanya sedikit-sedikit membawa sisi emosi. Bukan a man yang katanya makhluk rasionalitas..
Para penguji sidang ada yang sudah menebak ehm merekomendasikan siapa yang sebaiknya menjadi pembimbing saya. Teman senior saya ada yang memberitahukan situasi kondisi salah satu kandidat pembimbing saya, dan satu lagi ada yang menjadi kandidat pembimbing yang kuat juga…
hahahha ada-ada saja…. kaya mau milih pasangan hidup aja..
Bismillahitawakaltu ‘alallohi la haula wala quwwata illa billah..
wawlohualam..
Mg Alloh saja yang memilihkan dan memutuskan…
Dia Maha Tahu yang terbaik..
Yang pasti doa saya, berilah kelapangan dan kemudahan,keberkahan dalam penyelesaian tesis saya. Lulus dengan baik dan tepat waktu, mendapat ilmu yang bermanfaat. Aamiin YRA
begini..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s