Negosiasi (I Agree with U, fyuh)

Kesel sebenarnya waktu ga diijinin suami ikut seminar. Toh aku janji proposal mo kuselesein di hotel tempat berlangsung kegiatan, kurang sedikit eh baru dapat separo sih. Aku tahu suamiku khawatir, aku jadi tamu tak diundang, walau aku dapat undangan lewat email dari salah satu panitia yang akan mempresentasikan hasil penelitiannya.. Namun kutahu, suamiku hanya ingin memastikan dan memperkirakan apakah di tempat acara nanti aku dihargai atau tidak. Dengan teman yang mengundangku kuyakin ia dengan senang hati menyambut kedatanganku. Tetapi yang lain-lain… penanggung jawab acara…ah suamiku begitu antisipatif..

Toh sebenarnya bukan uang selama 3 hari yang kucari. Aku kangen kegiatan kantor, sekalian ketemu teman lama di acara seminar (sharing tesis), dapat ilmu juga…  Tak ada yang salah sebenarnya.. Aku dengan alasanku dan suamiku dengan alasannya.. sama-sama kuat..     Dah kunegosiasi lewat telp dua kali.. Alasannya tetap tidak. Nanti juga akan dapat banyak undangan seperti itu, toh dapat uangnya tak seberapa.  Soal proposal tesis sbenarnya bisa dinegosiasi agar tetep bisa diselesein.. tetapi setelah kurenungkan memang lebih baik tidak alias dibatalkan. Suami punya pertimbangan tersendiri yang terkadang susah untuk dijelaskan secara verbal. Aku tahu ia hanya ingin memastikan aku baik-baik saja, menjagaku..  Itu yang kutangkap ketika dia mematikan telepon secara sepihak sebelum aku selesai menjelaskan secara panjang lebar agar alasanku dipertimbangkan..   Duh begini ya jadi istri… tak sebebas merpati… jiaaahaaaaa….

Kecewa iya.. tetapi aku menghargai suamiku.. aku paham dan kusadari, kita memang tidak bisa membuat orang lain suka pada kita terlepas kita merasa tak pernah berbuat apa-apa, terlepas baru ketemu, entah baru kenal, etc tetapi karena situasi dan kondisi yang membuatnya begitu.. Ya.. padahal maksudku juga baik. Tetapi bisa jadi disalah artikan oleh orang yang kurang suka. Ah terkadang udah terbentuk stereotip eh ada semacam hallo efect sehingga apapun yang dilakukan kalau sudah tidak suka ya tetap tidak suka. fyuhhhhhh…… Kenapa mesti ada seperti itu ya..  Jaga sikap, jaga tutur kata, itu yang akan membuat kita dihargai atau tidak. Iya, betul kata suamiku itu.. Jangan dekat-dekat dg orang-orang yang ambigu itu.. yang apapun yang kita lakukan salah di matanya. Kalau toh terpaksa dekat/berinteraksi maka lakukan interaksi dengan baik, sopan dan hormat terlepas bagaimanapun ia memperlakukan kita..

Rinduuu….Yaaa kadang aku rindu dengan hal-hal yang sederhana, biasa, tanpa harus ada tembok penghalang atas nama situasi dan kondisi. Itu menyebalkan.. Tapi kita hidup di masyarakat dengan sistem yang berlaku di dalamnya. Ada fungsi-fungsi, peran, struktur dan harapan sosial di dalamnya. Disitulah.. terkadang ada semacam harapan sosial yang berseberangan.. yang kalau tidak hati-hati rawan terjadi tumbukan hati.. Mesti ada toleransi , seakan ada batasan wilayah yang tak boleh dijamah,, dilewati.. Kita harus peka dengan hal-hal yang demikian.. BIJak dalam memutuskan, melangkah… walau dalam hal tertentu kita tetap harus bersikap dan punya pendirian tersendiri.. Duh, aku diajari untuk lebih matang dan lebih dewasa.. Tidak lain agar aku mampu lebih bijak, berpikir sebelum bertindak, mampu mengiringi langkah-langkah suami. Tidak hanya dalam bersikap, bertutur kata, melainkan dalam menjalani peran-peran baru yang muncul sebagai konsekuensi mitsaqon gholidho…  ikatan yang suci..

Kadang rindu ingin bebas seperti merpati… tapi… bukan waktunya lagi… Taat pada suami.. toh semua juga dengan pertimbangan, ga asal ingin terus dilakukan. Duh, semakin bertambah usia semakin bijak ya.. tidak asal ceplas-ceplos.. Pilihlah seseorang yang menjadikanmu ratu di hatinya. Dan itu yang kurasa. walau kadang jadi ratu juga ada tidak enaknya.. diharapkan tampil anggun, dewasa.. bijak.. Duh knapa pula aku ketemu dengan raja yang menginginkanku begitu. Aku tak seanggun itu.. Bodo ah.. tapi aku hanya mengiyakan saja spechless klo sudah kena pesona sang raja.. tak bisa membantah walau kesal dan pengen marah.. tapi tak bisa.. pertimbangannya masuk akal.. menyebalkan… kesal.. lain kali aku punya alasan yang lebih baik dalam memutuskan sehingga tidak lagi berkata tidak. Ya.. lain kali… aku janji…

Kali ini biarlah… i agree with u… puas? hiks3..

_Memilih satu acara membutuhkan pengorbanan hal yang lain–

Pastikan yang dipilih itu yang penting buat kita, penuh pertimbangan, bijak..

Gimana kalau pejabat yang punya banyak agenda ya??? fyuhhhh tabrakan antara agenda keluarga, pribadi, agenda kerjaan etc..

untung saya bukan pejabat… masih bisa haha hihi di kampus.. masih jadi anak kost walau tidak full board ups walau hanya setengah anak kost.. kadang-kadang juga masih dianggap mahasiswa S1.. dikecengin mahasiswa S1.. ups…walau kadang bisa juga dipanggil Bu.. kadang dipanggil mbak…Ah apapun itu dinikmati saja… Semua ada masanya.. ntar kalau udah tidak mahasiswa lagi… udah ngantor.. udah pake baju formal lagi.. pake sepatu dengan hak 3cm, 5 cm.. jiaahaaaaa… aku akan merindukan jeans dan t-shirt santai, sandal… Hujan, angin, panas, dingin akan terasa berbeda.. cuaca datang silih berganti tapi percayalah tak akan pernah terasa sama.. sudah berbeda.. semua ada masanya.. Jadi nikmati saja perputaran waktunya.

Be the best of you… in every single time u have.. in every person u meet..

Sometime u will be missing it.. OK? 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s