Ranah Penelitian Sosiologi Agama [Sosiologi Agama]

Buku Sosiologi AgamaSosiologi lahir menjadi sebuah ilmu tidak terlepas dari kondisi sosial. Ritzer dan Godman (2005) menyebutkan sosiologi lahir berkaitan dengan munculnya berbagai gerakan sosial yang terjadi. Misalnya revolusi politik lahir karena terjadinya revolusi Perancis pada 1789. Demikian pula Revolusi industri, kemunculan kapitalisme, sosialis, gerakan feminisme, urbanisasi, perubahan keagamaan serta pertumbuhan ekonomi dan sains. Fakta sosial tersebut membawa perubahan dunia sosial manusia. Perubahan-perubahan itulah yang menstimulasi bagi perkembangan intelektual untuk menganalisisnya hingga muncul salah satu ilmu yang disebut sosiologi.

Sosiologi agama merupakan salah satu disiplin ilmu sosiologi yang memperbincangkan masalah-masalah kepercayaan, agama dan perilaku keagamaan masyarakat penganutnya. Sosiologi agama lahir dari ilmu-ilmu sosial yang berkaitan erat dengan perbedaan-perbedaan yang berlaku dalam upaya memanifestasikan diri manusia terhadap eksistensi yang sakral.

E.B.Taylor memulai penelitian terhadap wilayah kajian sosiologi agama dengan tema ‘roh dan kepercayaan” sebagaimana dilaporkan oleh Primitive Culture. Di dalamnya mengupas tentang perbedaan antara manusia dan eksistensi kekuatan yang ada di dirinya (Tuhan). Dari hal tersebut disimpulkan wilayah sosiologi mencakup berbagai pengaruh sesuatu yang ada di luar diri manusia. Wilayah kajian sosiologi agama berfokus pada sesuatu yang sakral, kultural dan manusia.

Dalam perspektif sosiologi agama, agama tidak hanya dimaknai sebagai hubungan manusia dengan Tuhan. Agama dimaknai secara luas; baik menyangkut hubungan personal manusia dengan Tuhannya, sesuatu yang suci, maupun dampak yang dimunculkan oleh agama itu terhadap dinamika kehidupan masyarakat. Agama tidak sebatas membangun loyalitas di akhirat kelak tetapi juga membangun kedigdayaan atau kultural di dunia.

Pemaknaan agama tersebut di atas terlihat dalam Kajian Robert N. Bellah tentang Agama TOkugawa di Jepang, tesis Max Weber “The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism, tesis Clifford Geertz “Religon of Java”. Robert N. Bellah menemukan pengaruh agama TOkugawa dalam dinamika sosial. Agama mengimprovisasi kultur masyarakat.Tesis Weber menyebutkan ajaran agama Protestan mendorong semangat ekonomi baru bagi kalangan penganutnya sehingga terpola sebuah sistem ekonomi kapitalis. Clifford Geertz dalam tesisnya memetakan pemahaman dan kultur keagamaan sebuah etnik. Ia membaginya menjadi peta wilayah kultural: priyayi, santri dan abangan. Ketiga peta kultural sosial keagamaan itu telah mempengaruhi ruang publik sosial. Makna yang dapat ditangkap dari dari fenomena itu bahwa ajaran agama sangat mempengaruhi pola, struktur, tindakan dan dinamika sosial.

Dari sisi psikologis, Sigmund Freud menemukan bahwa agama sangat berpengaruh terhadap perilaku individu. Konsep psikoanalisis Sigmund Freud secara nyata menjelaskan bahwa agama mempunyai pengaruh yang sangat jelas terhadap tindakan seseorang. Agama tidak hanya berada dalam ranah pikiran akal-rasional. Agama berada pula dalam ranah alam bawah sadar (batin) seseorang.

Dari uraian yang dikemukakan di atas, dapat dipahami bahwa sosiologi agama mengandung makna kajian tentang keagamaan yang terkonsentrasi tidak hanya pada dimensi ritual melainkan juga melihat bagaimana dimensi ritual itu bersimbiosis dalam kehidupan manusia.

Ranah spektrum sosiologi agama itu sangat luas.
1. sosiologi agama di bidang ekonomi, misalnya kajian Weber tentang penganut Protestan melahirkan Etika Protestan.
2. Sosiologi agama di bidang politik misalnya penelitian Ribert N Bellah tentang agama Tokugawa di Jepang
3. Sosiologi agama di bidang budaya, misalnya Cliffort Geertz meneliti tentang Religion of Java
4. Sosiologi agama di bidang sejarah misalnya Karen Amstrong yang meneliti tentang Sejarah Tuhan Jerussalem One City, Three Faith
5. Sosiologi Agama di bidang politik, misalnya Samuel Huntington yang meneliti tentang benturan peradaban/The Clash of Civilitation, Jhon L Esposito yang menghasilkan banyak kajian politik agama Islam dan barat.
6. Kajian sosiologi agama dalam kerangka sosiologi agama di Indonesia misalnya Islam, Sasak, Wetu telu versus Wetu Lima yang menggambarkan fenomena beragama masyarakat Sasak di Lombok, Kyai dan Jawara yang populer dengan Golok dan Tasbih mengangkat fenomena sosial masyarakat Banten dimana golok simbol abangan dan tasbih simbol kyai dan keduanya mempunyai pengaruh sangat kuat dalam masyarakat.

Intinya ranah penelitian sosiologi agama itu sangat luas dan menarik untuk terus dikaji. Masalahnya, bisakah kita memacu daya kreativitas kita untuk melakukan penelitian secara objektif dan akurat???

Bacaan: Menggali Interelasi Sosiologi dan Agama
Dr. Silfia Hanani S.Ag, M.Si
Humaniora Bandung, Perpustakaan Nasional Katalog Dalam Terbitan
viii+175
ISBN 979-778-128-3

Iklan

2 pemikiran pada “Ranah Penelitian Sosiologi Agama [Sosiologi Agama]

    • sama-sama. Saya jadi tercerahkan setelah membaca buku itu.. Bermanfaat.. Pengen juga saya bisa menulis buku.. Mohon doanya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s