Selamat Tinggal Masa Lalu (Renungan Tahun Baru 1433H)

Waktu bergulir dengan ritme yang tetap, tetapi secara psikologis aku merasa begitu cepat waktu berjalan. Tanpa terasa tahun baru 1433H akan segera kita jelang. Ah, suka duka sepanjang tahun pasti ada. Harapan dan kenyataan yang hadir sudah sepatutnya kita syukuri bagaimanapun bentuknya. Ada harapan yang sudah tercapai, ada juga cita yang masih belum terkabul. Renungan perjalanan setahun ke belakang diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kita melangkah. Apakah semakin baik, stagnan atau justru memburuk. Dalam buku yang pernah saya baca menyebutkan bahwa kesuksesan tidak hanya sekedar materi saja tetapi melingkupi beberapa aspek. Aspek-aspeknya lupa, jadi saya buat menurut versi saya sendiri saja ya (beginilah ngeblog ga perlu mencantumkan referensi, makanya saya suka)

1. Aspek keimanan kita kepada Allah SWT, apakah semakin baik atau buruk? Memang sih kadar keimanan dan ketakwaan, kita tidak dapat mengukurnya secara kongkrit. Setidaknya kita bertanya pada diri kita sendiri, apakah semakin dekat dengan Allah SWT atau semakin jauh? Kalau dibuat grafik setahun lamanya maka akan kelihatan jelas apakah grafiknya menaik atau menurun? Indikatornya ga usah susah-susah, lihat aja kondisi hati kita, bagaimana ibadah wajib kita, apakah di awal waktu ditunaikan, atau justru ogah-ogahan menunaikan?Ibadah sunah apakah kita tunaikan? Sholat kita, puasa, zakat, tilawah kita bagaimana? Muamalah dengan sesama bagaimana?

2.Aspek materi. Sudahkah kita mencapai cita-cita, karier, prestasi sesuai dengan harapan? Hidup di dunia tidak lepas dari unsur materi. Maka sudah semestinya kita memiliki rencana, cita-cita baik karier maupun profesi yang akan dicapai atau dikembangkan ke depan. Prestasi apa saja yang sudah kita raih, yang masih dalam proses pencapaian, yang belum sukses kita capai. Terkadang ketika kesulitan menghadang membuat kecewa, malas membuat perencanaan. Padahal gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan. Ada juga yang berkata ‘ah saya mengalir saja’ dan hasilnya bagus . Ya bagus siy tetapi lebih bagus lagi kalau direncanakan Insya Allah hasilnya lebih baik lagi. Hal yang sering terjadi justru sudah membuat perencanaan tetapi dalam action-nya masih belum konsisten, hangat-hangat tahi ayam. Semangat di awalnya saja. Di tengah perjalanan mulai mengendor, dan akhirnya terlupakan. Di awal tahun biasanya membuat rancangan ini itu, plan begini begitu. Di tengah jalan karena faktor hambatan, faktor SDM atau alasan lainnya yang dibenarkan sepihak oleh diri sendiri makanya meleset atau tidak maksimal. Misalnya: ingin menaikan TOEFL, mahir nyetir, ikut karate, rajin ngeblog, rajin menulis karya ilmiah, ternyata di akhir tahun memble hasilnya (curhat colongan euy, jadi malu). Di awal tahun ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Dibuatlah parameter begini begitu.. eh di akhir tahun saat evaluasi tahunan bagaimana, sudah baik dan meningkatkah? Ya, lumayanlah (ha ha ha lagi-lagi menghibur diri atau bagaimana ini)

3.Aspek hubungan interpersonal kita bagaimana. Bagaimana hubungan dengan orang tua, sanak saudara, teman, tetangga? Hablumminannas kita apakah meningkat atau menurun? Seberapa penting keberadaan kita bagi orang lain. Bukankah orang yang paling baik itu yang banyak kontribusinya bagi orang lain? Entah dalam bentuk kepedulian sekedar perhatian, senyum, hingga menebar kasih sayang berupa bantuan baik materiil maupun spirituil. Hmm, saya sendiri masih perlu untuk belajar banyak tentang ini. Termasuk bagaimana kita berkontribusi positif secara nyata dalam berbagai persoalan di sekitar kita, masyarakat, bangsa dan negara. Wuihhh, ga berani muluk-muluk dulu. Cukuplah diawali dengan berbenah dari diri sendiri, meningkatkan kepedulian dan perhatian pada keluarga, teman, saudara, syukur-syukur bisa berperan di masyarakat, bangsa dan negara. amiin.

Hal yang tidak kalah penting di renungan akhir tahun hijriyah ini adalah disamping membuat rencana di masa depan, perkuat dengan ikhtiar, doa dan

Doa akhir tahun
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ()اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وِلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْ رَتِكَ عَلَى عُقُوْ بَتِيْ وَدَعَوْ تَنِيْ اِلَى التَّوْ بَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ() اَللَّهُمَ اِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَلِمْتُهُ فِيْهَا مِمَّاتَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْئَلُكَ اَللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ()اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَتَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ() وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang.
Semoga rahmat Allah tercurah kepada junjungan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan para sahabat beliau.

Ya Allah, segala amal yang aku lakukan pada tahun ini (yang telah silam), dari hal-hal yang Engkau larang kepadaku, lalu aku tidak bertaubat, sedangkan Engkau tidak meridhoinya, dan Engkau tidak melupakannya, dan menyantuni atasku
sesudah kekuasaan-Mu atas siksa-siksa
padaku. Engkau menyeru aku bertaubat darinya sesudah aku lakukan durhaka pada-Mu. Perkenankanlah Engkau mengampuni aku. Dan segala apa yang aku lakukan di dalamnya dari hal-hal yang Engkau ridhoi, dan Engkau telah menjanjikan pahala kepadaku, maka aku memohon kepada-Mu ya Allah Dzat yang Mulia, hai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, hendaklah Engkau terima dariku, janganlah Engkau memutuskan harapanku dari rahmat-Mu hai Dzat Yang Mulia.
Shalawat dan salam, tetapkanlah pada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s