Seputar Kuesioner

Kuesioner adalah salah satu instrumen penelitian. Bagaimana membuat kuesioner yang baik disesuaikan dengan metode yang telah ditentukan. Akan tetapi ketika di lapangan ternyata ada beberapa kendala-kendala teknis yang perlu didiskusikan bersama. Berikut hasil diskusi kelas Diklat Fungsional LIPI tingkat pertama angkatan XII:

1. Bagaimana membuat pertanyaan tidak lebih dari 20 menit karena biasanya bila pertanyaan semakin lama maka semakin eror, Benar atau tidak?
2. Ada batasan tidak dalam menentukan jumlah kuesioner yang diberikan pada responden, karena semakin banyak yang diberikan maka bisa menimbulkan pusing pada responden?
3. Skala, orang Indonesia suka dengan kategori netral/sedang yaitu jawaban tengah-tengah. Sehingga timbul pertentangan skala empat dan skala lima. Kenapa penelitian di luar negeri skalanya sampai skala 5. Saya menyimpulkan orang Indonesia belum mampu menjawab pertanyaan skala/kuesioner yang diberikan.

Jawaban:
1. Kebanyakan suka yang ditengah-tengah. Kebosanan seseorang pasti ada batasnya. Kalau kita terlalu banyak pertanyaan, halamannya orang sudah bosan. Apalagi kalau harus mengisi sendiri. tidak ada tatap muka, tidak ada yang melihat, menghibur. Ah ini hanya sekedar mengisi. Tentu saja bias semakin besar. Apalagi bila tidak ada reward semacam souvenir. Peneliti harus berusaha bagaimana informasi yang didaptkan mendekati baik kalua tidak bisa sempurna. Dalam penelitian perlu ada pre test, apakah efektif tidak jika dibuat 30 pertanyaan. Katakanlah yang bisa dipercaya 20 dari 30 pertanyaan yang diberikan dalam test. Seorang peneliti akan mengedit, mana pertanyaan-pertanyaan yang mewakili.

2. Skala tengah-tengah untuk ilmu saya ilmu demografi, ada kecenderungan orang menjawab umur seseorang yaitu suka menjawab pada kelompok 0 – 5. Ada cara untuk smoothing tentu saja dengan asumsi-asumsi tertentu. Sama dengan pendekatan statistik, menggunakan asumsi. Kuantitatif perlu keseimbangan dengan kualitatif. Perkembangan berikutnya kualitatif hanya menjelaskan abstrak jawaban, dulu ditinggalkan. setelah tahu kelemahan-kelemahan kuantitatif maka kembali lagi diperlukan kuantitatif.

3. Saya setuju dengan pengelaman tersebut, peneliti harus berhati-hati dalam melakukannnya. Perlu melibatkan peneliti dari latar belakang keilmuwan lain sehingga bisa lebih menyeluruh.

Pertanyaan:
1.Kuesioner dengan volume pertanyaan yang banyak dan volume yang sedikit. Dengan metode scheduling (peneliti menanyakan langsung kuesioner pada responden). Waktu yang diperlukan 1,5 jam sampai 2 jama. Kesulitan: ketika mendapat responden belum tentu mau menjawab semua pertanyaan yang banyak jumlahnya. Kelihatan responden kelelahan, sedangkan souvenir yang diberikan kecil nilainya.
2. Bagaimana caranya untuk mengetahui pembaca menjawab kuesioner dengan sesungguhnya..

Jawaban:
1. Waktu melakukan penelitian di daerah karena kendala bahasa pernah distop, karena kesalahan komunikasi. Akhirnya menunggu tim dari Jakarta untuk menjelaskan. Ternyata ada salah tangkap istilah migrasi dengan imigrasi.
2. Terkadang imbalan yang diberikan tidak sesuai. Peneliti dalam anggaran APBN 0,05, setengah persen saja kurang. Dilihat dari tunjangan, misalnya saya peneliti APU, 1.400.000,- sedangkan pengajar, profesor bukan peneliti lebih banyak jumlahnya. Akhirnya karena rasional, kita hanya dituntut dedikasi.

Pertanyaan:
1. Posisi asumsi, untuk menyelamatkan kita dari bias?
Asumsi kita penelitian kita bisa dipahami responden. Ada asumsi khusus, dengan statistik disebutkan penyimpangannya sekian. Asumsi untuk perhitungan berbeda lagi. Kalau nanti arahnya ke persoalan-persoalan khusus saya kurang menguasai. SEcara umum, maksud kami semua penelitian perlu asumsi-asumsi. Asumsi dalam psikologi perlu pertanyaan-pertanyaan yang diyakini bisa dipahami. Asumsi-asumsi diperlukan untuk memulai penelitian.

Disampaikan oleh Bpk
dalam Diklat Fungsional LIPI Cibinong

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s