BERUBAH ITU MENYAKITKAN KAWAN

Jangan pernah merasa matang, karena sebentar lagi akan membusuk. Merasalah selalu hijau, maka kau akan terus termotivasi untuk belajar. Begitulah nasehat yang pernah saya dengar. Cuma, dalam prakteknya tidaklah selalu demikian.

Hasrat diri ingin berubah, tetapi apa daya keinginan tinggal keinginan. Selalu saja diri ini terbujuk rayu oleh indahnya kebiasaan buruk. Ya, kebiasaan menunda-nunda penyelesaian tugas atau pekerjaan, kebiasaan ngaret, kebiasaan mood-moodan dalam menyelesaiakn tugas, kurang konsisten, kurang tekun, mudah bosan dan sebagainya. Masing-masing diri kita kalau sudah berada di zona kenyamanan maka butuh usaha keras, perubahan yang terasa menyakitkan. Ya, untuk menciptakan suatu kebiasaan baru yang berbeda dari sebelumnya dibutuhkan pembiasan minimal 21 hari secara berturut-turut. Demikian nasehat seorang psikolog yang pernah saya dengar.
Tak usah contoh yang sulit, untuk dapat bangun pagi dan tidak tergoda tidur lagi ya butuh upaya yang tentu saja tidak menyenangkan pada awalnya. Rasa kantuk, tergoda kasur yang empuk, masih ingin malas-malasan dan sebagainya. Wah, pokoknya perubahan menuju kebaikan itu rasanya tidak menyenangkan.
Kadang kala kita merasa diri dalam tahap yang stagnan ketika rekan kerja, teman kita ternyata lebih prestasi, lebih oke, lebih perform dalam penyelesaian tugas, dalam penampilan dan sebagainya. Saat satu persatu pekerjaan yang biasanya dipercayakan kepada kita mulai bergeser seakan -akan diambil alih dan ditangani oleh orang lain. Hmm, jadi merasa there is something wrong pada diri kita. Saat itulah introspeksi diri dilakukan. Mudah sebenarnya untuk mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki, kesalahan dan kekurangan dalam diri kita.

Beratnya dalam ACTION memulai perubahan baik, peningkatan kualitas diri secara konsisten dan kontinue itu yang tidak mudah. Kalau ditanya siapa sih yang mau bangun lebih pagi, siapa yang mau repot-repot bekerja dengan lebih lama dibanding teman kita lainnya? Ah, tentu saja belum tentu setiap orang mau berubah tanpa adanya kesadaran bahwa betapa pentingnya kita memperbaiki diri, betapa pentingnya kita berubah, bila ingin kualitas kita meningkat. Tak bisa bila stagnan, malas berubah, merasa diri sudah menguasai tanpa ada action real untuk terus dan terus belajar. Ingat hidup terus berdinamika kawan. Zaman terus berkembang dengan teknologi baru, kompetensi baru, kebutuhan baru yang berbeda dengan sebelumnya. Bila kita tidak mau beradaptasi untuk ikut serta berproses menyesuaikan perubahan ya wajar saja bila akan ketinggalan.

Zaman internet mesti tahu dan menguasai IT, bahasa Inggris, kemampuan interpersonal yang baik dan sebagainya. Itu semua tidak datang dengan sendirinya. Tetapi dengan diasah, kemauan, kesungguhan, ketelatenan untuk belajar dari hal-hal kecil. Jangan merasa bisa dan menganggap remeh pekerjaan yang diberikan kepada kita. Dari hal-hal kecil yang kita kuasai itulah kita akan menguasai hal-hal yang besar.

Misalnya berawal dari staf yang mengarsip surat, membuat surat hingga akhirnya terbiasa menangani kontrak jual beli. Itu semua butuh jam terbang, tidak datang dengan sendirinya. Namun, terkadang kita tidak sabar dengan PROSES, inginnya serba instan. Ah kalau cuma membuat surat malas, begitu-begitu saja membosankan.. JIah… godaan terberat memang disitu kawan.

Kalau ditanya setiap orang ingin posisi yang tinggi, peran yang utama dalam suatu lingkungan atau instansi. Pernahkan kita sadari, bahwa sebelum memegang peran tersebut, mereka pasti bersusah payah berproses sehingga dipandang mampu, pantas, dan sanggup untuk menduduki peran yang sekarang?

SEkalai lagi, ada tangga-tangga kompetensi, skill yang perlu diasah agar bisa sampai tangga di atas. Jangan pernah merasa bisa sampai tangga teratas bila tidak pernah mau dan berusaha untuk melewati tangga demi tangga di bawahnya.
Melompat ke tangga teratas mungkin bisa. TEtapi resikonya besar. Dan sangat susah tentunya. Bisa terjerembab, berdarah-darah. Berproses dengan sabar, tekun…

Merasalah selalu hijau maka kita akan termotivasi untuk belajar, berubah ,menjadi dewasa dan matang..

SELAMAT BERUBAH KAWAN!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s