Berdiam di Satu Titik

Putaran waktu menuntunku untuk berdiam di satu titik.
Di sini, saat aku kembali menyusuri lorong waktu; masa lalu, sekarang dan masa depan.
Seakan semua itu menjadi satu. Padahal tak akan pernah menyatu.

Masa lalu sudah berlalu, tak mungkin akan bisa kulalui lagi.
Aku hanya bisa mengingat, merenung dan mengevaluasi diri.
Belajar agar tidak jatuh dalam kesalahan yang sama

Kini, kuberusaha mengumpulkan kembali puing-puing yang terserak,
menjadikannya sebuah benda yang indah dalam makna,
karena kutahu tak akan pernah ada yang sia-sia
setiap hal yang hadir saat ini
semua atas izin Illahi, Robbul Izzati

Masa depan?
Suatu teka-teki panjang,
Tak akan bisa kujawab sebelum kulalui..
Tapi bukan berarti aku hilang harapan dan cita-cita
Saat bayangan kegagalan masa lalu melemahkanku untuk melangkah
Salahkah?

Biarkan aku berdiam di satu titik..
Titik di mana aku bisa berpikir jernih..
Meluruskan kembali niat, cita dan cinta..
Semata-mata untuk meraih ridhoNya..
ya.. hanya ridhoNya semata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s