Untaian Nasehat

Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.

######

Orang yang hatinya suci dan bersinar dengan cahaya iman, terpancar kerjenihan pada wajahnya. Air mukanya terlihat tenang, sejuk dipandang dan bersinar. Sedangkan orang yang dalam hatinya dipenuhi oleh kotoran dosa dan maksiat, terlukis pada pancaran mukanya yang keruh, gelap, dan kurang nyaman untuk dipandang.

Mungkin diantara kita telah sering mendirikan shalat, membaca al-Qur`an, berzikir dan amal ibadah lainya, tapi sering kali kita tidak merasakan rasa nikmat dan lezat dalam hati, dengan kata lain kita tidak merasakan kemanisan dalam beribadah. Kenapa hal itu terjadi?
Barangkali kondisi hati kita masih menyimpan kotoran dosa dan maksiat yang belum tuntas atau belum pernah kita bersihkan. Baik kotoran dosa dan maksiat itu berasal dari mata, pendengaran, kata-kata, pikiran-pikiran kotor atau niat-niat yang jelek. Itu yang selama ini menjadi penghalang kita untuk merasakan manisnya ibadah dan lezatnya ketaatan. Semakin banyak kotoran dosa dan maksiat mengisi hati maka akan semakin sulit bagi kita untuk merasakan lezatnya ibadah.

######

Air yang tergenang di atas tanah, setelah beberapa lama akhirnya mengering oleh panasnya matahari. Adapun tanah yang menyerap air, menjadi semakin subur, lembut, dan tumbuh darinya berbagai jenis tumbuhan dan tanaman.

Tanah yang keras seperti batu, tidak akan bisa menyerap air, karena tidak memiliki celah-celah yang bisa dimasuki air. Sedangkan tanah gembur, dapat dengan mudah menyerap air.

Demikian perumpamaannya. Hati yang lunak dan lembut, akan mudah menerima petunjuk dan kebenaran. Ia akan terbuka dan berlapang menerima nasihat dan kebaikan.
Di dalam hati yang lunak dan lembut, bibit kebaikan memang telah ada dan selalu dirawat pemiliknya, sehingga petunjuk dan kebenaran mendapat celah untuk masuk ke dalam hati.

Adapun hati yang keras bagai batu, sangat sulit menerima petunjuk dan kebenaran. Hati jenis ini telah dikuasai oleh kesombongan dan keangkuhan. Ia menolak kebenaran, hingga berapa pun petunjuk yang datang kepadanya, tidak akan bermanfaat. Pintu hatinya telah tertutup oleh kesombongannya sendiri.

Sebelum hati menjadi keras seperti batu, dari awal kita harus selalu merawatnya, menjaga kesuburannya dengan membiasakan mendengarkan Alquran dan men-tadabburi-nya. Lainnya, membaca sirah Rasulullah SAW, para sahabat dan orang-orang saleh, mengingat mati dan bergaul dengan orang-orang saleh yang setiap kata-kata mereka mengandung manfaat dan kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s