Virus Deadline-r Perfectionist?

Hari ini ga jadi naek gunung Ungaran. Pengen siy sebenarnya. Menikmati segarnya alam, merenungi kebesaran Tuhan. Reuni juga ma temen-teman relawan. Asyik kan buat ngisi liburan. Memanjakan mata dengan segarnya hijau pohon, birunya gunung. Merasakan sejuknya embun pagi, segarnya udara pegunungan. Duh, jadi impian aja deh…

Kuacian banget ya diriku ini. Udah 3 bulan berjibaku dengan surat-menyurat, kertas-kertas dan file. Buku-buku teori yang bikin otak jadi jenuh. Pergi pagi pulang sore. Rutinintas itu membuatku butuh sedikit penyegaran sebenarnya.

Tapi, apa mau dikata. Jika aku ikut naek gunung, tar malah tugasku makin kacau. Kok bisa???

HUh, aku masih juga belum bisa mengubah kebiasaanku. Deadliner yang perfectionist.

Seperti apakah itu?

1. terbiasa mengerjakan tugas mepet waktu yang dijadwalkan
2. Di awal waktu nyantai, masih ngumpulin bahan-bahan saja
3. kalau toh di awal sudah mulai mengerjakan biasanya tidak sampai tuntas/ selesai mengerjakannya.
4. Merasa selalu ada hal yang perlu diperbaiki dan disempurnakan, jadi tugasnya ga juga dikumpul-kumpulkan.
5. Merasa bisa turn on di injury time tugas dikumpulkan. Akhirnya tugas dikumpulkan dengan tergesa-gesa.

Dampak negatifnya:
1. bisa mengganggu kinerja tim
2. bisa mengganggu jadwal lain yang sudah direncanakan
3. bagaimana halnya bila ada agenda penting yang mendadak datang?
4. bisa jadi kualitas tidak maksimal, justru kalau ada kesalahan tidak bisa dikoreksi lagi

kenapa bisa jadi seorang deadliner perectionist?
Kebiasaan. Ah, menarik sebenarnya membicarakan kebiasaan ini. Pengalaman saya menjadi deadliner, berawal dari lingkungan. Ya, dulu waktu kuliah awalnya saya rajin mengerjakan tugas di awal waktu. menyelesaikannya dengan baik beberapa hari sebelum dikumpulkan. Keren banget ya, aku waktu itu he3.

trus kebiasaan baik saya itu mulai goyah ketika teman-teman saya itu kebanyakan ga mau susah nyari-nyari bahan. Maunya enak, pinjam dari orang lain. Kebetulan dalam satu kost ada 7 teman yang kuliah di tingkat dan jurusan sama. otomatis kami mengerjakan tugas bersama-sama. Kalau ada tugas kelompok biasanya jadi satu tim. Nah itulah, biasa kan tugas kelompok tapi jobdesk biasanya tidak merata. Ada yang maunya enak, nebeng nama saja. Tanpa merasa bersalah. Bisa dapat nilai sama walaupun perjuangan yang dilakukan berbeda.

Nah, disitulah saya akhirnya lambat laun ketularan males. Mengerjakan tugas di akhir waktu. Lha kalau di awal waktu, otomatis akan dipinjam bahannya, malah bisa juga minjem tugas yang udah dikerjakan juga. Kalau ga dipinjemin bisa dibilang pelit, dipinjemin kok hati kecil saya ga ikhlas. bingung kan, kalau begini???

So, sayapun jadi terbiasa mengikuti gaya mereka. ehm, tak semuanya siy. ada satu dua yang tetep rajin mengerjakan tugas di awal waktu. Walau temen lain yang terbiasa minjem tugas orang lain jadi tidak suka sama dia.

Sayangnya, saya tidak bisa bersikap tegas. Saya juga tak bisa mempertahankan kebiasan baik saya untuk tidak menunda-nunda mengerjakan tugas. Ah, waktu itu justru saya jadi terbawa, bahkan menikmati senasasi seorang deadliner. Yaitu merasa puas bila bisa mengerjakan tugas dengan kualitas seoptimal mungkin di akhir waktu.
Gubrakkkk!!!

Penyakit itu terbawa hingga sekarang ini. Waduh, baru saya sadari kalau saya dah kena virus deadliner perfectionist. Bagaimana ini?
Apa anti virusnya yach? mesti menginstal ulang kebiasaan baru dech.
yah, setidaknya diobati dulu. Kalau tidak, bisa kacau agenda-agenda hidup saya. Bagaimana bisa mempunyai kinerja yang produktif bila belum juga berubah???
Bagaimana bisa mewujudkan mimpi dan cita-cita, jika sikap dan perilaku masih juga jauh dari kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi orang sukses???

Tentu menyalahi aturan dan sunatullah. Sukses membutuhkan sikap mental yang baik. Itulah yang masih harus saya perbaiki..
Membangun kebiasaan baik, terlalu mudah diucapkan tapi susah untuk benar-benar diterapkan. Salah satunya; tertib mengerjakan tugas, disiplin dengan jadwal yang telah ditentukan.

Ah, tidak mudah memang, tapi tak ada salahnya untuk mencoba dan berusaha untuk berubah. Semangat!!! =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s