Hikmah Patah Hati

Kata orang, patah hati itu membawa hikmah.
Benarkah?
Rasanya kok saya belum menemukannya ya? apakah saya terlalu bebal untuk menangkap hikmah dibalik patah hati yang menghampiri?

Entahlah.. perjalanan mencari hikmah dari sebuah fenomena patah hati ternyata membutuhkan perjuangan panjang nan berliku. YUP! Satu kata yang mewakili “berat”.

Kususur naluriku, kutanya pada otak dan jiwaku. Apa maksudNya terhadap patah hatiku ini??? Apa kehendakNya yang sebenarnya???

Lagi-lagi aku buntu!
Ya.. aku belum juga menemukan jalan keluar yang sesungguhnya dari patah hatiku ini..

Ah, dia bukan yang terbaik untukku..

Ah, mungkin aku diminta fokus dulu dengan pekerjaanku..

Ah, mungkin aku belum siap untuk menikah dengannya..

Ah, barangkali ada seseorang yang lebih baik untukku..

Ah, aku masih harus banyak memperbaiki diri dulu..

Ah.. sudah berbagai positif thinking coba kuterapkan..
Lagi-lagi belum juga kutemukan “keikhlasan” yang sesungguhnya.
Hatiku belum melepas sepenuhnya..

Masih ada sebentuk rasa yang entah kutak tahu bagaimana bentuknya.
mengapa semua ini terjadi padaku?
kenapa dia memilihnya dan bukan memilihku?
kenapa jua kau sempat memberikan sebentuk harapan jikalau pada akhirnya aku kau campakkan?
Ada marah, kecewa, terluka bersemayam di dada.

Di hadapanmu, sekuat hati kucoba mengikhlaskan..
Tapi jauh di relung hatiku, aku menangis..
Aku terluka..

Di hadapan semua orang aku tertawa dan bercanda..
Tapi adakah yang merasa, hatiku masih menyimpan tangis dan luka?

Adakah yang merasa..
tawa dan sapa riangku adalah cara untuk mengobati luka hatiku..

Adakah yang tahu..
Kutak setegar itu???

Bahkan, adakah yang tahu..
remuk redamnya diriku?
Adakah yang tahu?
Adakah yang tahu?
Adakah yang tahu?

Kuyakin Hanya Engkau yang paling Tahu….

Adakah yang tahu?
berulangkali kucoba mencari cara
agar aku bisa menemukan arti sebuah keikhlasan..

TAPI,
Mengapa jua Kau belum beriku sebuah keikhlasan..
Agar aku bisa ringan melangkah..

Kurang dalam hal apakah diriku?
Hingga begitu mahalnya keikhlasan itu???

Robbi, Tolong.. beri aku sebuah keikhlasan..
Begitu memaksakah diriku?
Terlalu mendikte-kah caraku?

Apakah ini salah satu bentuk kesombonganku?
Hingga Kau masih menginginkan luka ini sebagai penawar dosaku?

Sungguh,
kutaksanggup lagi menahan semua ini
Robbi..
Beri aku sebentuk keikhlasan..
Agar aku benar-benar ridho dengan takdirMu padaku..
Bahwa dia bukanlah untukku..
ya.. bukan untukku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s