Inspirasi dari Para Penulis (bag 1)

Kita semua hanya “mampir ngombe” di dunia ini. Kalau masa “mampir ngombe” itu sudah habis, Anda ingin dikenang sebagai penulis yang seperti apa? Ungkap Pipiet Senja. Penulis yang dalam kurun waktu 30 tahun sudah menghasilkan 96 buku, belum termasuk ratusan cerpen dan puluhan novel berbahasa sunda yang tak terdata semua judulnya. Dalam kondisinya sebagai seorang thalasemia.

(ck3.. subhanalloh… aku jadi maluuuu, too much defence mechanism-ku yang tidak mendukung, melainkan melemahkan. Harusnya pilih defence mechanism yang manis seperti Pipiet Senja itu loh.. )

klik saja http://pipietsenja.multiply.com
00000000

“You get ideas all the time. The only difference between writers and other people is we notice when we’re doing it.” Itu mungkin kutipan yang pas dari kata-kata Neil Gaiman, salah satu pengarang favorit Clara Ng, untuk menjelaskan dari mana ide-ide tulisannya berasal.

(ah… Bagiku ide berkompetisi lari dengan “kecepatan cahaya”, kalau tidak amat sangat segera sekali diikat dengan menuliskannya maka dia akan kabur tanpa permisi, apalagi basa-basi. Tega sekali… :D)
====

Ketika dianggap jadi penulis hanya bermodalkan faktor keturunan, Andrei Aksana berkomentar,

“Buat saya, bakat hanya 1%, selebihnya adalah kerja keras dan keringat.”

(Iya, justru kerja keras dan keringetnya itu loh yang sangat amat tidak murah dan mudah..)

oleh2 ngeblog walking..

dah dulu..
bye…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s