Resonansi Jiwa

Pernahkah ketemu seseorang langsung tidak suka? Atau ketemu pertama kali merasa cocok, suka? Like at first sight? Ternyata menurut Ted Andrews dalam bukunya yang berjudul Melihat dan Membaca Aura, itu karena faktor aura.

So, apakah sebenarnya aura itu? Sekedar berbagi ilmu yang sudah kubaca, biar tidak lupa. Aura adalah medan energi yang melingkari sesuatu. Bisa makhluk hidup yaitu manusia, hewan dan tumbuhan. Bisa juga benda mati seperti batu, tanah, angin, dan sebagainya.

Masing-masing benda memiliki aura yang tidak sama. Pada makhluk hidup, auranya lebih dinamis (senantiasa bergerak) dibanding pada benda mati. Setiap kita bersentuhan dengan benda atau makhluk lain maka akan terjadi interaksi energi. Misalnya ketika kita memasuki suatu ruangan, cobalah rasakan auranya. Menenangkan atau membuat gerah dan ingin segera pergi? Cara lain, cobalah rasakan perbedaaan aura ruangan satu dengan yang lain. Bisa kamar kita sendiri dengan kamar kakak atau adik. Ruang kelas, mushola atau masjid. Auranya berbeda-beda bukan? Begitu pula halnya ketika kita berjumpa dengan teman. Ada yang membuat kita bersemangat, ada pula yang membuat kita jadi suntuk, mau marah-marah dan sebagainya.

Salah satu pengalaman menarik yang aku alami dengan Tatsuko Fitri (maap ya Fit, aku udarakan namamu biar lebih terkenal). Sebenarnya kita tidak begitu mengenal satu sama lain. Bahkan namanya dia Fitri itu baru aku tahu di fesbuk beberapa waktu yang lalu (he3, lagi2 aku minta maap ya). Fitri itu tetangga kelas, waktu aku SMU. Aku tak begitu memperhatikannya. Kita juga hampir tidak pernah bertegur sapa, kecuali senyum formalitas sesama siswa SMU 1 Purworejo. Dalam hati berkata, oh dia itu anak kelas sebelah tho.. Waktu aku pulang ke kost yang letaknya berdekatan dengan gedung sekolah, tak sengaja aku sering melihatnya. Dalam hati juga berkata, oh dia juga di perumahan ini tho. Sudah.. begitu saja. Tidak ada interaksi yang lebih jauh lagi.

Kurang lebih enam tahun berlalu, ada moment kecil yang mempertemukanku dengan Fitri. Saat itu ( Oktober 08 klo ga salah) aku naik kereta Pramek dari Kutoarjo ke Yogyakarta PP. Aku melihatnya, aku merasa mengenalnya tapi tidak tahu namanya. Aku ingin menyapa tapi ragu, kulihat ia juga sepertinya ingin menyapaku tapi juga ga yakin. Auranya jadi aneh.. ganjil. Lebih anehnya, tidak ada yang berani untuk malu lebih dahulu. Wajar siy, takut dianggap sok kenal atau salah mengenali orang. Eh, waktu ketemu di fesbuk, Fitri juga berkata, waktu itu ragu untuk menyapa. Berarti sebenarnya resonansi aura kita saat itu lumayan cocok kombinasinya, baik dari sisi jasmani, emosional, mental dan spiritual. Cuma signalnya lemah jadi tidak berlanjut ke bertegur sapa. Lucu ya Fit.. 

(Semarang 6 Mei 09, di pagi cerah, langit biru, udara cukup sejuk.. atau hanya perasaanku saja yach? Entahlah.. Terkadang aku mengatakan suasana hari ini tenang damai, eh temanku bilang panas. Pengaruh aura bukan ya, klo begini? :D. Alhamdulillah, bisa menulis hari ini, setelah sering kali cuti eh bolos terus dink dari agenda menulis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s