Rindu Terhalang

Kata pepatah… ketika malam semakin gelap, sabarlah.. itu pertanda pagi segera menyapa..

Namun terkadang.. malam menyapa lebih lama dibanding siang.
Dan terkadang kumerasa malam begitu betah bertahan dan enggan beranjak pergi meninggalkan. Ada apa gerangan? Padahal aku ingin segera melihat terbitnya fajar.
Terburu-burukah, tak sabarkah?
Aku rindu kicau burung yang riang,
Berloncat indah dari dahan ke dahan,
Sepertinya tak mungkin kujumpai di waktu malam..

Aku juga rindu tetes embun pagi
SEnyum lembut mentari..
SEmilir lembut sang bayu yang mampu menyampaikan perasaanku padamu..

Muara Rinduku

Hujan turun dengan derasnya siang ini.
Baru saja aku pulang dari trilomba juang.
Ah, lagi-lagi terbersit rasa rindu padamu..

Entah mengapa padamu..
Kutahu alam sadarku bertanya mengapa dirimu..
Dan tak tahu apa jawabnya..
Tapi alam bawah sadarku tetap mengatakan..
Ya, aku rindu padamu..
Tak tahu alasan jelasnya..

Dunia yang begitu berbeda..
Tapi entah mengapa tidak jua bisa menghapus rasa simpati di hati..
kucari-cari kekurangan dirimu..
Tetap saja ada bagian lain yang lebih menonjolkan simpatiku padamu,
bisa memaklumi kekurangan dirimu..
juga memahami perbedaan-perbedaan itu..

Aneh memang..
Aku bahkan tidak tahu mengapa, bagaimana bisa dan berjuta tanya lain tak mampu kujawab..

Awalnya biasa saja..
Dan kuharap akan bisa tetap biasa..
Namun kenyataannya malah jadi tidak bisa biasa..
Aneh, mungkin..
Tapi memang begitulah kenyataan yag terjadi..

Robbi..
Mengapa Kau timbulkan simpatiku padanya..
Jika hanya menyiksa jiwa..
JIkalah dia memang untukku berikanlah jalan terbaik yang diridhoMu..
Dan jika dia bukan yang terbaik bagiku, tolong hilangkan rasa simpati ini padaNya..
Biar aku bisa tersenyum dan tertawa tanpa beban di hati..
Biar bayangannya tidak menari-nari di pikiranku
dan mengganggu aktivitasku..

Robbi..
Jagalah diri ini
agar bisa tetap istiqomah
hingga saatnya nanti..
Dan muarakan rinduku ini
pada cinta yang berujung pada cintaNya semata..
Amin..