Muslimah Bekerja? Why Not

wanita karierMuslimah bekerja? why not

Siti Aisyah berkomentar “Alat pemintal di tangan perempuan lebih baik daripada tombak di tangan kaum laki laki (di saat berjihad).”

Muslimah bekerja? Mengapa tidak. Ada bidang-bidang dimana wanita lebih pas berperan di dalamnya. Contoh kasus: Ketika seorang muslimah melahirkan tentu akan lebih nyaman bila yang membantunya melahirkan adalah dokter wanita.

Di sisi lain, jumlah wanita lebih banyak dibanding pria. Wajar saja bila wanita pun ingin turut berkontribusi menebar kebaikan, salah satunya di dunia kerja.

Sejarah awal Islam pun mencatat banyak figur perempuan sahabat nabi yang terjun dalam berbagai bidang usaha.

Sebut saja Siti Khadijah istri Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai komisaris perusahaan, Ummu Salim binti Milhan yang menekuni bidang tata rias pengantin, Zainab binti Jahsy yang berprofesi sebagai penyamak kulit binatang, dan Alsyifa’ yang berprofesi sebagai sekretaris dan pernah diangkat khalifah Umar ibn al-Khattab sebagai kepala pasar kota Madinah, istri Abdullah ibn Mas’ud yang dikenal sebagai pengusaha wiraswasta dari kalangan perempuan yang sukses.

Semua itu menandakan betapa Islam, hingga pada tataran tertentu sangat apresiatif terhadap muslimah yang bekerja dan berkarier. Lanjut membaca