Hmmmm…
Cuma mau bilang…
Aku sayang padamu…
(Ga tau lagi mo nulis apaan)
Hmmmm…
Cuma mau bilang…
Aku sayang padamu…
(Ga tau lagi mo nulis apaan)
Kata pepatah… ketika malam semakin gelap, sabarlah.. itu pertanda pagi segera menyapa..
Namun terkadang.. malam menyapa lebih lama dibanding siang.
Dan terkadang kumerasa malam begitu betah bertahan dan enggan beranjak pergi meninggalkan. Ada apa gerangan? Padahal aku ingin segera melihat terbitnya fajar.
Terburu-burukah, tak sabarkah?
Aku rindu kicau burung yang riang,
Berloncat indah dari dahan ke dahan,
Sepertinya tak mungkin kujumpai di waktu malam..
Aku juga rindu tetes embun pagi
SEnyum lembut mentari..
SEmilir lembut sang bayu yang mampu menyampaikan perasaanku padamu..
Sharing Diskusi The Power of Life Today..
Yang kita cari bukan orang yang tahu, tapi yang memberikan ketenangan. Begitu jawaban si Bos ketika ada project yang harus dikerjakan. Why???
Dalam situasi tidak tenang, pekerjaan yang ringan dan sepele bisa jadi berantakan. Sebaliknya dalam kondisi tenang.. Pilihan kata tidak menyakiti, lebih logis, rasa lebih terjaga. Bila situasi tegang, logika jadi diabaikan.
Tenang bukan berarti lamban memutuskan. Tenang lebih pada menghindari aspek-aspek negatif dari emosi yang tidak terkendali.
Kondisi dan situasi kerja sekarang jauh berbeda dengan puluhan tahun lalu. Survey membuktikan, meskipun fasilitas dan benefit lebih baik dibanding jaman dulu, tapi dari sisi ketenangan lebih buruk. Pekerjaan dulu hanya dikerjakan di kantor. Pulang bisa fokus pada keluarga, sosialisasi dengan tetangga. Sekarang situasinya sudah berbeda. Di jalan bisa saja langsung dihubungi bos, harus segera ngecek imel, memikirkan kerjaan yang terpaksa “take home”. Memang di satu sisi teknologi mempermudah kita, tadi di sisi lain juga bisa mengganggu kenyamanan kita. PR kita sekarang adalah bagaimana dengan fasilitas dan teknologi yang semakin mudah dan baik tetapi kita bisa tetap tenang dan tidak terganggu?
Di bulan Ramadhan ini, bagaimana bisa pekerjaan bisa terhandle dengan baik di sisi lain ibadah juga bisa seoptimal mungkin. Ada beberapa kiat yang bisa kita terapkan:
1. Tenang pikiran, caranya:
a. Tidak mudah reaktif dengan situasi dan kondisi yang terjadi.
Pikiran dianugerahi Illahi dengan imajinasi, persepsi. Bisa jadi misalnya ketika ada klakson di jalan kita sudah mempersepsikan negatif, sehingga mudah menjadi hal yang membuat panas dan marah. Padahal ketika mengklakson niatnya baik, tetapi bisa jadi karena terburu-buru, mepet waktu ke kantor jadi rasanya ingin marah-marah. Takut terlambat.
b. Ada juga yang tidak tenang karena terbelenggu masa lalu sehingga tidak fokus pada saat ini. Masa lalu yang ‘dirasa lebih indah atau masa lalu yang burukj membuat tidak fokus dengan pekerjaan atau kehidupan kita saat ini. Mengapa? Karena pikiran kita lebih memikirkan pada seandainya begini.. mungkin lebih baek. Coba kalau dulu.. tak mungkin begini..Justru kita hanya akan menghabiskan waktu untuk menyesali diri. Padahal masa depan kita masih bebas untuk akan kita isi dengan hal yang baik atau buruk.. Masa lalu sudah berlalu, dan tak mungkin kita ubah. Tetapi masa depan masih bisa kita ubah dengan usaha dan doa kita. Masa depan bisa kita rencakan agar lebih baik.
c. Ada juga yang tidak tenang karena suka menghakimi orang lain, sibuk menilai orang lain disesuaikan dengan standar kita. Sebaliknya ada juga yang sibuk dengan penilaian orang lain, sehingga melakukan segala sesuatu dengan standar orang lain. Ingin diterima orang lain. Padahal standar orang lain belum tentu fit dan positif dengan diri kita. Setiap orang
kondisinya berbeda. Contohnya: Memesan baju, dengan ukuran yang sama-sama M saja bisa jadi ada yang lengannya agak dipendekkan, ada yang lehernya lebih lebar, ada yang perutnya lebih longgar. Dan nyaman tidaknya yang bisa merasakankan si pemakai. Pandangan orang lain tentang baju yang dipakai diterima, dijadikan bahan pertimbangan, tapi bukan berarti langsung diikuti.
d. Adanya informasi dari berbagai sumber, sehingga mudah reaktif. Padahal informasi yang datang perlu di”buffer” mana yang penting sama yang tidak. Pada saatnya nanti mana yang ada impact-nya bagi kita akan kita rasakan juga.Misalnya kabar perceraian artis akan menjadi hal yang menghebohkan bila kita terlewatkan infiormasinya. Padahal belum tentu informasi tersebut penting dan berguna bagi kita.
2. Perkataan dan Perbuatan dijaga
Ada hubungan antara perkataan dan perbuatan dengan ketenangan pikiran. Ada orang yang suka mengkritik orang lain. Mengkritikdalam arti secara berlebihan. Ternyata dari pihak lain tidak mengharapkan kritikan tersebut. Bukan karena tidak menerima kritik. Kritik yang tulus untuk perbaikan dengan kritik yang ingin menjatuhkan orang lain tentu akan berbeda rasa dan dampaknya. Kritik yang timbul karena dorongan nafsu ingin menjatuhkan, efeknya akan berbeda dengan kritik yang tulus. Kritik yang tulus disampaikan dengan santun, bukan di hadapan banyak orang. Hasilnya yang dikritik akan terdorong untuk berubah dengan kesadaran pribadi. Sebaliknya kritik yang didorong dengan nafsu efeknya bukan keinginan untuk menjadi lebih baik, tapi bisa jadi orang tersebut malah menunjuk bahwa yang mengkritikpun bukan orang yang sempurna. Misalnya:”Menerapkan peraturan hanya berlaku untuk orang lain, tetapi memaklumi diri sendiri.”Selalu mencari kelemahan orang lain karena ingin mendapatkan kepuasan.
3. Tidak bisa melepas keterikatan dengan hasil
Terkadang Tuhan ingin menunjukkan bahwa “kamu hanya bisa berusaha, hasil akhir tetap aku yang memutuskan”. Jadi ketika hasil tidak sesuai dengan harapan maka akan menimbulkan pikiran yang tidak tenang. Jadi takut kehilangan. Pikiran ” coba kalau begini, begitu”. Tindakan jadi membuat berbagai antisipasi yang tidak perlu, tidak baik, mengganggu rencana semula. Merombak project dari awal, karena panik dan tidak tenang. Bukan antisipasi project yang sudah didapat malah dana yang membengkaklah yang dialami. Ikhlas dalam proses mencapai hasil diperlukan.
Terakhir.. Kalau tanya pak Dokter, jenis-jenis penyakit modern saat ini berawal dari kekhawatiran, kecemasan yang tidak perlu. So.. Keep cool, calm… Biar pikiran bisa positif, so bisa lebih konstruktif dalam mengambil keputusan, menentukan pilihan juga dalam menghadapi berbagai persoalan, situasi dan kondisi yang ada di hadapan kita. Baik kondisi yang unpredictable, predictable, yang menyenangkan atau tidak menyenangkan..
Keep COOL< CALM Nice sharing Pak Fauzi, thx..
Seminggu lagi Ramadhan???
Rasanya begitu cepat tamu agung ini akan datang? Senang pasti. Sedih? iya juga. Belum banyak persiapan yang dilakukan. Tapi entah siap atau tidak Ramadhan akan segera tiba.
Trus? Ya dipersiapkan seoptimal mungkinlah. Apa yang bisa dilakukan lakukan saja. Mulai dari muhasabah diri. Bikin planning capaian Ramadhan. Sholat fardhu tepat waktu. Lebih baik lagi bila ditambah sholat sunah. Tilawah ditingkatkan. Dzikir diperbanyak. Hubungan sosial dengan saudara dan tetangga ditingkatkan. Apalagi ya? Itikaf di masjid. Lebih bagusnya lagi target ditetapkan secara rinci, jelas dan benar-benar dilaksanakan, tak sekedar agenda saja.
Semoga ramadhan 1432 H nanti bisa mendekatkan hati, jiwa kita pada Allah SWT.
Bersyukur atas nikmatNya, bersabar atas ujian dariNya. Amiin.
Ah, jadi inget cerpen my strawbery-cake..
Karya Ifa Avianti yang jadi favoritku.
Entahlah kalau sudah baca penulisnya Iva Avianty, selalu saja suka dengan karyanya.
pengen juga bikin cerpen jadinya..
yang bisa menguras airmata spiritual.
mengingatkan kembali bahwa Dia lah yang Maha Tahu yang terbaik buat kita.
Tentang hati, ah tak mudah untuk menemukan jawabnya.
Bagaimana bisa mengingat kesukaannya, kekurangannya, kelebihannya, kata-kata yang seakan menjadi jargonnya.
Widiiiiiiih, mengapa otak begitu mudahnya dan menangkap segala hal tentang dia???
mengapa???
perhatian ini mengarah padanya?
rasa ini bisa juga tertuju padanya???
Padahal belum halal..
Bila rasa ini terus ditanam apalagi dipelihara..
Dilahan yang belum jelas kepemilikannya..
Aku takut,
saat ternyata harus mencabut rasa itu
akan sakiiiittttt…
Ya.. sakittttt
Karena sekarangpun sudah terasa sakit..
Melebihi sakit patah hati…
padahal tidak tahu..
apakah dalam kondisi jatuh hati atau patah hatiii…
Bagaimana ini?????
Pernah tidak, di suatu hari kita merasa tidak nyaman? Merasa ada sesuatu yang tidak kita tahu jelas apa penyebabnya? Tidak enak sekali deh rasanya. .
Bangun tidur sebelum menjelang subuh tadi pagi aku bermimpi. Lumayan jelas dalam gambaranku, Bulekku dalam kondisi yang tidak baik. Bukan kondisi fisik, tetapi ada masalah yang samar-samar kutangkap. Dalam mimpi itu aku terlihat aku, bulekku dan satu orang lagi tapi ga begitu jelas. Bangun tidur aku merasa ga enak sekali. Ada rasa tidak nyaman. Entahlah.. sampai sekarang aku masih merasakannya.
Tadi pagi, adekku mau pulang kampung. Iseng saja, aku nitip pesan mampir ke bulekku itu..
Baru aja dapat sms kalau suami Bulekku masuk RS karena kanker prostat. Eyang putri juga sakit, ibuku yang merawat. Waduh.. kok bisa bareng-bareng begitu ya.. Jadi tidak konsen bekerja. Pengen segera pulang. Tapi ini masih hari Selasa, duh Jumatnya masih lama. Untunglah adekku pulang. Setidaknya ada yang pulang, melihat situasi rumah..
Dari tadi pagi perasaanku tidak nyaman. Sampai sms-an mulu sama salah satu teman sekantorku.. Berusaha menikmati pekerjaan, tetapi tetap aja ga bisa fokus..
Ya Alloh, aku hanya bisa berdoa dari sini. Berkahilah, rahmatilah, mudahkanlah segala urusan keluarga kami. Berikanlah jalan keluar terbaik. Kupasrahkan semuanya padaMU. Engkaulah penggenggam segala Kuasa yang ada di alam semesta. Aku begitu kecil, tidak bisa apa-apa.Tiada yang mustahil bagiMU..
La haula wala Quwwata Illa Billahil’aliyyil ‘adziim..
(Pfufff.. sedikit legaaa)
Lagi di kantor niy..
Tapi hati dan pikiranku ga di kantor..
Entah lagi dimana..
Ga jelas..
Lagi tidak bersemangat untuk bekerja..
Kenapa ya?
Aku sendiri tak tahu penyebabnya..
Lagi kena virus demotivasi..
Ada yang pernah bilang, ” jangan menunggu mood untuk bekerja, tapi bekerjalah, bertindaklah, biarkan mood mengikuti.”
Orang yang sukses tidak menunggu mood untuk bekerja. Melainkan tetap bekerja hingga inspirasi, motivasi itu mengikuti dengan sendirinya.
Ah… udah hampir bersemangat, eh malah ada hal yang kurang menyenangkan terjadi. Biasa overlapping tugas dengan bagian umum. Mana yang jadi wewenang kepegawaian, mana yang menjadi wewenang bagian umum kadang ga jelas. Giliran baru saja dikerjakan, eh bagian umum baru beberapa detik menyerahkan ke pimpinan lebih dahulu. Bete ga? marah ga? kesel ga????
Padahal tadi konsepnya masuk ke kepegawaian. Huaaaa orang-orang kepegawaian marah semua. Tapi ditahan. Siapa yang salah kalau begini???
Auklah… malah virus demotivasiku sepertinya jadi menjalar ke hati, otak dan pikiranku… Pengeeen kaburrrr dari tugas-tugas. Ngeblog di waktu kerja adalah salah satu bentuk kabur yang manis. walau tidak baik, korupsi waktu.. Hiyyy dosa tau.. Tapi kalau untuk rehat sejenak masa’ ga boleh siy???
Ya udah, aku mo ngelanjutin ngetik hasil wawancara saja ya. Mana wawancara pertamaku ga sukses. udah satu jam lebih ga banyak data yang kudapat. Kenapa? karena yang kuinterview itu udah mau pensiun. Sebenarnya dia pinter, intelek. Cuma setelah sakit stroke jadi susah berbicara, mudah lupa juga. Bahkan saat kutanya hasil penelitian terakhirnya saja menjawab sepatah dua patah kata saja. Untung aku bantu bikin slide power pointnya n baca salah satu hasil penelitiannya, jadi ya ada sedikit gambaran juga.
Sosoknya menarik untuk dicari tahu. Cuma susah nyari taunya. Dia udah jadi APU (Ahli Peneliti Utama). Orangnya idealis, sederhana, kritis. Katanya siy, dia jago diskusi sebelum kena stroke.
Hmm, malah jadi curhat banyak ya…
Bismillah, aku mau nulis hasil wawancara pertama, kedua n mencari tau lewat daftar riwayat hidup dan filenya..
Doain sukses ya.. (idiiih… letoy banget siy)
Ayo semangat!!!
iya, hicks3..
uh ganti smile dunk!!! =))
Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.
######
Orang yang hatinya suci dan bersinar dengan cahaya iman, terpancar kerjenihan pada wajahnya. Air mukanya terlihat tenang, sejuk dipandang dan bersinar. Sedangkan orang yang dalam hatinya dipenuhi oleh kotoran dosa dan maksiat, terlukis pada pancaran mukanya yang keruh, gelap, dan kurang nyaman untuk dipandang.
Mungkin diantara kita telah sering mendirikan shalat, membaca al-Qur`an, berzikir dan amal ibadah lainya, tapi sering kali kita tidak merasakan rasa nikmat dan lezat dalam hati, dengan kata lain kita tidak merasakan kemanisan dalam beribadah. Kenapa hal itu terjadi?
Barangkali kondisi hati kita masih menyimpan kotoran dosa dan maksiat yang belum tuntas atau belum pernah kita bersihkan. Baik kotoran dosa dan maksiat itu berasal dari mata, pendengaran, kata-kata, pikiran-pikiran kotor atau niat-niat yang jelek. Itu yang selama ini menjadi penghalang kita untuk merasakan manisnya ibadah dan lezatnya ketaatan. Semakin banyak kotoran dosa dan maksiat mengisi hati maka akan semakin sulit bagi kita untuk merasakan lezatnya ibadah.
######
Air yang tergenang di atas tanah, setelah beberapa lama akhirnya mengering oleh panasnya matahari. Adapun tanah yang menyerap air, menjadi semakin subur, lembut, dan tumbuh darinya berbagai jenis tumbuhan dan tanaman.
Tanah yang keras seperti batu, tidak akan bisa menyerap air, karena tidak memiliki celah-celah yang bisa dimasuki air. Sedangkan tanah gembur, dapat dengan mudah menyerap air.
Demikian perumpamaannya. Hati yang lunak dan lembut, akan mudah menerima petunjuk dan kebenaran. Ia akan terbuka dan berlapang menerima nasihat dan kebaikan.
Di dalam hati yang lunak dan lembut, bibit kebaikan memang telah ada dan selalu dirawat pemiliknya, sehingga petunjuk dan kebenaran mendapat celah untuk masuk ke dalam hati.
Adapun hati yang keras bagai batu, sangat sulit menerima petunjuk dan kebenaran. Hati jenis ini telah dikuasai oleh kesombongan dan keangkuhan. Ia menolak kebenaran, hingga berapa pun petunjuk yang datang kepadanya, tidak akan bermanfaat. Pintu hatinya telah tertutup oleh kesombongannya sendiri.
Sebelum hati menjadi keras seperti batu, dari awal kita harus selalu merawatnya, menjaga kesuburannya dengan membiasakan mendengarkan Alquran dan men-tadabburi-nya. Lainnya, membaca sirah Rasulullah SAW, para sahabat dan orang-orang saleh, mengingat mati dan bergaul dengan orang-orang saleh yang setiap kata-kata mereka mengandung manfaat dan kebaikan.
Mengapa masih ragu untuk melangkah???
Bukankah niat dan tujuan sudah ditetapkan?
Mengapa masih bingung??
Masihkah terlena oleh comfort zone-mu?
Mengapa tidak jua segera berkemas?
masihkah menghitung kendala, kesulitan yang kemungkinan timbul? Takutkah untuk melangkah ke luar dari zona amanmu?
Jika membayangkan kesulitan dan kendala, hanya kelemahan, keraguan yang kita dapati.
Tidak-kah kau berpikir bahwa hidup tak mungkin akan selalu berjalan mulus dan lancar. Pasti akan ada kesulitan menuju cita-cita dan tujuan. Itu sudah pasti.
Pilih mana, tetap di zona aman tapi tidak bisa banyak berkembang, atau keluar dari zona aman dan menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan baru?PILIH MANA?
Bukankah tantangan, kesulitan akan memaksa diri kita untuk berkembang dan maju. Kalau ditawari, belum tentu diri kita akan mau. Ingginnya maju, sukses tanpa hambatan. jelas itu bertentangan dengan sunatullah (hukum Tuhan). Justru kesulitan dan kendala adalah sarana yang efektif untuk meningkatkan kompetensi, kualitas diri kita. Baik kualitas teknis maupun kualitas kedekatan kita pada Tuhan.
Masih ragu? Ya, apakah kau mampu? Apakah kau siap?
Pertanyaan yang seringkali mengecilkan niat. Bagaimana kau tau sudah siap atau tidak jika tidak kau persiapkan dan tidak juga kau lakukan?
Solusinya: kembalikan luruskan niat, banyak berdoa. Terkadang hati kita begitu ingin melangkah, tetapi dalam kondisi yang berbeda bisa kembali melemah. Yup, disitulah godaan untuk meraih kesuksesan.
Hal yang menarik, belajarlah dari Thoriq bin Ziyad. QUOTE YANG SANGAT INSPIRATIF DARINYA: “Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita hanya memiliki dua pilihan: MENAKLUKKAN NEGERI INI lalu tinggal di sini ATAU kita semua BINASA!”
Yup, aku jadi sangat malu bila membaca sejarah Islam tentang semangat juang Thoriq itu. Padahal aku cuma ingin pindah kost ke Ngaliyan dan keluar dari zona amanku. Itu saja.. Kok berat banget untuk melangkah ya???
Tak bisakah aku sedikit saja mewarisi keberanian Thoriq bin Ziyad itu? “SEKALI MAJU, TAK ADA KESEMPATAN UNTUK MUNDUR LAGI”. Kenapa begitu, karena kapal, telah mereka bakar sendiri, jadi tak ada pilihan untuk mundur dan kembali melainkan maju dan hadapi. Dengan kata lain hanya ada pilihan HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID (mati memperjuangan nilai kebenaran yang diyakini).
Duh, aku malu jika mengingat dan merenungkan heroikismenya. Aku bukan dia. Tetapi tidak salahkah jika aku ingin bisa SEKUAT DIRINYA untuk maju dan tidak memberi kesempatan untuk mundur dan ragu??? Tidak lain untuk mewujudkan cita-citaku, harapanku.
Masihkah ragu?? Ingat Thoriq bin Ziyad..
Masih ragu? Ingat Thoriq bin Ziyad..
Bismillah, aku berkemas-kemas dulu ya..
Niy ada sedikit cerita tentang Thoriq bin Ziyad. Pahlawan Islam yang luar biasa. Semoga kita bisa meneladani dan mengambil hikmah darinya. Amiiin
Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau adalah putra suku Ash-Shadaf, suku Barbar, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri.
Senin, 3 Mei 711 M, Thariq membawa 70.000 pasukannya menyeberang ke daratan Eropa dengan kapal. Sesampai di pantai wilayah Spanyol, ia mengumpulkan pasukannya di sebuah bukit karang yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar -diambil dari bahasa Arab “Jabal Thariq”, Bukit Thariq. Lalu ia memerintahkan pasukannya membakar semua armada kapal yang mereka miliki.
Pasukannya kaget. Mereka bertanya, “Apa maksud Anda?” “Kalau kapal-kapal itu dibakar, bagaimana nanti kita bisa pulang?” tanya yang lain.
Dengan pedang terhunus dan kalimat tegas, Thariq berkata, “Kita datang ke sini bukan untuk kembali. Kita hanya memiliki dua pilihan: menaklukkan negeri ini lalu tinggal di sini atau kita semua binasa!”
Kini pasukannya paham. Mereka menyambut panggilan jihad Panglima Perang mereka itu dengan semangat berkobar.
Lalu Thariq melanjutkan briefingnya. “Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh. Demi Allah swt., satu-satunya milik kalian saat ini hanyalah kejujuran dan kesabaran. Hanya itu yang dapat kalian andalkan.
Musuh dengan jumlah pasukan yang besar dan persenjataan yang lengkap telah siap menyongsong kalian. Sementara senjata kalian hanyalah pedang. Kalian akan terbantu jika kalian berhasil merebut senjata dan perlengkapan musuh kalian. Karena itu, secepatnya kalian harus bisa melumpuhkan mereka. Sebab kalau tidak, kalian akan menemukan kesulitan besar. Itulah sebabnya kalian harus lebih dahulu menyerang mereka agar kekuatan mereka lumpuh. Dengan demikian semangat juang kita akan bangkit.
Musuh kalian itu sudah bertekad bulat akan mempertahankan negeri mereka sampai titik darah penghabisan. Kenapa kita juga tidak bertekad bulan untuk menyerang mereka hingga mati syahid? Saya sama sekali tidka bermaksud menakut-nakuti kalian. Tetapi marilah kita galang rasa saling percaya di antara kita dan kita galang keberanian yang merupakan salah satu modal utama perjuangan kita.
Kita harus bahu membahu. Sesungguhnya saya tahu kalian telah membulatkan tekad serta semangat sebagai pejuang-pejuang agama dan bangsa. Untuk itu kelak kalian akan menikmati kesenangan hidup, disamping itu kalian juga memperoleh balasan pahala yang agung dari Allah swt. Hal itu karena kalian telah mau menegakkan kalimat-Nya dan membela agama-Nya.
Percayalah, sesungguhnya Allah swt. adalah penolong utama kalian. Dan sayalah orang pertama yang akan memenuhi seruan ini di hadapan kalian. Saya akan hadapi sendiri Raja Roderick yang sombong itu. Mudah-mudahan saya bisa membunuhnya. Namun, jika ada kesempatan, kalian boleh saja membunuhnya mendahului saya. Sebab dengan membunuh penguasa lalim itu, negeri ini dengan mudah kita kuasai. Saya yakin, para pasukannya akan ketakutan. Dengan demikian, negeri ini akan ada di bawah bendera Islam.”
PNS Ibarat Tanaman dalam Pot.
Hmm, suatu istilah yang kudapatkan dalam acara diklat kepegawaian akhir Mei 2010 kemarin. Ya, Pak Kanwil kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah yang memberikan istilah demikian.
Mengapa tanaman dalam pot?
Ya, karena PNS itu abdi negara, maka gaji bulanannya sudah bisa dikira-kira seberapa banyaknya. Ibaratnya tanaman ya akarnya bisa mencari sari-sari makanan sebanyak yang tersedia di dalam pot. Kalau ga cukup ya.. bolehlah akarnya keluar sedikit dari pot. Cari pekerjaan sambilan gitu. Tetapi kalau akarnya kebanyakan keluar dari pot bisa dipastikan potnya akan pecah. he he he. Maksudnya, konsentrasi ke pekerjaannya sebagai abdi negara tidak akan bisa optimal. Misalnya dia lebih mengurus bisnisnya dibanding pekerjaan kantor. Itu tidak diperbolehkan. Tetapi kalau akar hanya sedikit yang keluar masih diperbolehkan. Sebuah istilah yang cukup mengena di hati.
Pengalaman Pak Kanwil sendiri mengapa dia bisa menjadi kanwil ya “wis dikersakke sing kuwoso”. Mungkin ada orang yang lebih pandai dibanding dirinya, tetapi kenapa Tuhan memilih dia menjadi Kanwil yaitu tadi, mungkin dia dianggap pas untuk menjadi kanwil. Ibarat tanaman dalam pot, potnya pak Kanwil itu lebih besar dibanding pot -pot PNS yang biasa saja, tidak memiliki suatu jabatan. Gerrr, peserta spontan hampir tertawa semua. Joke yang cukup segar untuk acara malam hari. Membuat peserta diklat sekitar 300-an orang menjadi tidak mengantuk.
Hal yang berkesan dari sosoknya adalah Pak Kanwil meniti karier dari bawah. Mulai dari guru dengan gaji yang tidak “cucok” untuk membayar tenaga dan pikiran yang sudah dia keluarkan. Yang penting niatnya tulus, Pak, Bu. Biarkan Allah saja yang mengatur jalan kita mau bagaimana. Eh ga taunya kok saya sekarang bisa jadi begini ya..
Applause para audience kembali terdengar. Hal lain yang tak kalah penting agar bisa menjadi seorang yang sukses adalah KSA (Knowledge, Skill, Attitude). Bagaimana kita mau berusaha mencari ilmu, pengetahuan secara terus-menerus didukung keahlian dan sikap yang baik. Insya Allah kesuksesan akan bersama kita. Amiin
(^ _ ^)