Kutanya pada pagi, kenapa semangatmu berapi-api
Kutanya hujan, kenapa setelah kau datang begitu menyejukkan
Kutanya pada siang, kenapa terik mentari mencerahkan
kutanya malam, kenapa senyum rembulan begitu menawan
kutanya bintang, kenapa kelipmu menggelitik hatiku

Aku tahu..
Bahwa segala yang Kau hadirkan padaku
Aku tak bisa menghindarinya..
Walau mulut menyangkal, tapi hati tak bisa..

Biarkan waktu yang meyakinkan..
Apakah memang demikian..
Atau sekedar angin yang berhembus dan berganti..
Hanya angin yang berbisik lembut dan membuatku terhanyut..
Kutakut hanya oase sejuk laksana fatamorgana di gurun saat terik mentari..
Atau Ibarat pungguk merindukan bulan, tanpa menyadari bulan tak pernah merindukannya..

Satu yang tak kusadari..
Pelan-pelan kapal itu merapat dan menuju pada suatu pelabuhan..
Pelabuhan yang menimbulkan kerinduan bila lama tak menyinggahinya..
Walau ada banyak pelabuhan yang pernah dilewati..
Entah mengapa pelabuhan yang satu ini seakan punya magnet tersendiri..
Biasa saja, tak terlihat istimewa..
Justru sangat diluar kriteria yang difavoritkannya..
Namun entah angin apa yang merubahnya menjadikannya favorit..
Favorit yang tak bisa dijelaskan dimana letak favoritnya..

Mungkin ini pelabuhan terakhir
Mungkin juga bukan
Biarkan Dia yang menentukan jawabnya

=01 Januari 2012=
=Happy New Year..
=Makasih untuk senyum manismu di ruang hatiku
=Aku begitu menikmatinya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s