Kutanya pada pagi, kenapa semangatmu berapi-api
Kutanya hujan, kenapa setelah kau datang begitu menyejukkan
Kutanya pada siang, kenapa terik mentari mencerahkan
kutanya malam, kenapa senyum rembulan begitu menawan
kutanya bintang, kenapa kelipmu menggelitik hatiku

Aku tahu..
Bahwa segala yang Kau hadirkan padaku
Aku tak bisa menghindarinya..
Walau mulut menyangkal, tapi hati tak bisa..

Biarkan waktu yang meyakinkan..
Apakah memang demikian..
Atau sekedar angin yang berhembus dan berganti..
Hanya angin yang berbisik lembut dan membuatku terhanyut..
Kutakut hanya oase sejuk laksana fatamorgana di gurun saat terik mentari..
Atau Ibarat pungguk merindukan bulan, tanpa menyadari bulan tak pernah merindukannya..

Satu yang tak kusadari..
Pelan-pelan kapal itu merapat dan menuju pada suatu pelabuhan..
Pelabuhan yang menimbulkan kerinduan bila lama tak menyinggahinya..
Walau ada banyak pelabuhan yang pernah dilewati..
Entah mengapa pelabuhan yang satu ini seakan punya magnet tersendiri..
Biasa saja, tak terlihat istimewa..
Justru sangat diluar kriteria yang difavoritkannya..
Namun entah angin apa yang merubahnya menjadikannya favorit..
Favorit yang tak bisa dijelaskan dimana letak favoritnya..

Mungkin ini pelabuhan terakhir
Mungkin juga bukan
Biarkan Dia yang menentukan jawabnya

=01 Januari 2012=
=Happy New Year..
=Makasih untuk senyum manismu di ruang hatiku
=Aku begitu menikmatinya

MISS HIM SO MUCH (Renungan Tahun Baru 2012)

Tulisan pertamaku di tahun baru 2012.

Alhamdulillah, aku merasa bersyukur bisa melewati tahun baru 2012 kali ini tanpa sakit. Maklum tahun baru 2011 aku terbaring lemah di RSUD Purworejo karena gejala demam berdarah. Dua minggu lamanya opname. Setiap hari rutin cek up darah. Badan yang terasa lemas jadi terasa semakin lemas karena diambil darahnya tiap pagi untuk dicek kadar trombosit ato lekositnya yah *lupa* he he he. Trus tiap hari mesti minum jus jambu biji untuk meningkatkan kadar lekosit. Duh, males banged, bosen terbaring di tempat tidur terus.
Pergantian tahun 2010 ke 2011 kulewati dalam pembaringan bed cover paviliun garuda RSUD,sambil nonton tv tanganku diinfus. Terdengar petasan ramai di pergantian tahun. Aku ingat, yang menungguiku saat itu ibuku dan adeku. Mereka tertidur pulas di sova. Sempat aku menengok ke jendela kamar, melihat pijar kembang api karena suaranya yang menggelitikku untuk melihat. Ya, dari jendela kamarku bisa melihat sisi belakang Rumah sakit, ada hamparan persawahan hijau, kebun yang menghijau. Di langit atas kulihat percikan api kembang api. HMmm sedih rasanya saat itu. Kesedihan tanpa sebab yang jelas. Tak setiap kesedihan butuh penjelasan secara jelas, rinci atau terbuka. Memang aneh. Terkadang butuh waktu untuk merenung memahami kondisi hati, mengapa bersedih hati.

Berbeda halnya di pergantian tahun kali ini. Yup, pergantian tahun 2011 ke 2012. Aku berdoa semoga moment pergantian tahun kali ini membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Aku bisa meraih cita, harapan dan cinta yang belum tergapai. Ada senang, harap, khawatir namun dominan bahagia. Walau tanpa petasan atau kembang api di pergantian tahun ini, aku merasa senang. Terima kasih ya Allah atas karunia indahMU.

SELAMAT TAHUN BARU 2012
MOGA KESUKSESAN DAN KEBERKAHAN ALLAH SENANTIASA BERSAMA KITA

“Semoga Allah mengirimkan seorang yang biasa, karena aku juga biasa saja untuk menemaniku mengarungi dunia menggapai akherat. Tetapi dengannya mampu menjadikan yang biasa menjadi istimewa. Bersamanya menjadikan yang sederhana menjadi spesial, yang penuh kekurangan bersinergi dan saling melengkapi. Bersamanya menjadi saling memotivasi dalam kebaikan dan perbaikan. I miss him so much.. Jalinkanlah dalam ikatan suci di tahun 2012 ini Ya Rabbi, Rabbul Izzati.. Kembali, kutitipkan hati ini..”

Miss u, belahan jiwaku..