Liburan lebaran usai sudah. Rasanya tak cukup cuma seminggu. Wajarlah, namanya saja manusia, selalu tidak pernah merasa cukup berapapun nikmatNya yang diberi, bila kita kurang bisa bersyukur.
Termasuk diriku. Aneh ya, baru saja pamitan dengan ibuku di rumah, sampai Semarang eh malah jadi merasa kangen ingin segera pulang. Padahal kan baru saja dari rumah. Hmmm, begitulah. Bila di rumah agak lama justru jadi nyaman dan berat berpisah. Kalau pulang cuma menginap semalam dua malam justru rasanya tidak begitu berat untuk meninggalkan rumah.
Di sisi lain, aku menyadari bahwa terlalu lama di rumahpun tidak baik, bisa timbul bosan. Semua ada waktunya. Masing-masing baik adanya, karena saling melengkapi.
Berharganya pertemuan karena adanya perpisahan..
Berharganya siang karena adanya malam..
Berharganya sehat ketika merasakan tidak nyamannya sakit..
Berharganya waktu muda karena di masa tua tak sekuat dulu lagi..
Berharganya perhatian setelah tahu bagaimana rasanya diabaikan..
Berharganya teman setelah kehilangan atau saling berjauhan..
Begitu indah hukum Tuhan (sunatullah) bekerja di alam semesta bila kita merenungkannya. Termasuk diciptakannya manusia secara berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan untuk saling bersinergi dalam ikatan suci pernikahan.
Menikah dalam Islam adalah syariat yang dianjurkan karena merupakan separuh dari agama (dien). Di sisi lain, seorang laki-laki secara naluri membutuhkan seorang perempuan/wanita untuk saling melengkapi kekurangan, memotivasi, menuju visi dan misi bersama, tercapainya bahagia dunia dan akherat.
Jadi teringat lirik lagu yang diciptakan Anang:
Jodohku..
Maunya ku dirimu.. hingga mati.. kuingin bersamamu..
Jodohku..
Maunya ku dirimu..satu cinta.. hingga ajal memisah..
aku dan kamu satu.. saling mencinta..
aku dan kamu.. (Anang- Syahrini)
Satu hal yang kuingat dari hasil mengobrol dengan sesama jomblowati..
Bahwa Tuhan menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Sayangnya, kita tidak bisa mempercepat kapan datangnya jodoh kita. Kalau bisa, aku sudah lama request, biar tidak jomblo lagi statusnya. Begitu jawab temanku. Aku tersenyum mengiyakan. Begitulah misteri jodoh. Kitapun tidak bisa memilih si A atau si B saja yang menjadi jodoh kita. Dalam perjalanan waktu apa yang kita minta bisa dikabulkan, ditunda atau ditolak dan diberikan ganti yang lain yang insya Allah lebih baik olehNya.
Manusia hanya bisa berusaha, berdoa, dan memasrahkan hasil padaNya semata. Tuhan akan mengabulkan permohonan kita bila berusaha,berdoa dan kepasrahan kita dilakukan secara totalitas.
Hmmm, aku jadi berkaca. Mungkin aku masih kurang berusaha secara optimal. Berdoa kurang optimal hingga belum bertemu dengan jodohku.
Salahkah bila kumengatakan dan mempercayai ” Kalau jodoh ya nanti akan dipertemukan Tuhan”. Kalau bukan jodoh dikejar sejauh apapun ya tidak terkejar. Kalau jodoh, tidak dikejarpun akan mendekat dan dipertemukanNya entah dengan cara apapun sesuai kehendakNya.
Beberapa orang menasehatiku… ya usaha dulu, baru lah pasrah. Kesannya belum berusaha kok sudah pasrah dengan Tuhan.
Ada juga yang komentar, lha bagaimanapun kalau hati belum dibuka untuk menerima orang lain ya susah untuk menemukan jodoh.
Entahlah, hatiku yang keras atau bagaimana hingga sampai sekarang belum bertemu jodoh. Memang aku sendiri sadar, diriku bukan orang yang mudah untuk menyukai seseorang. Butuh proses dan waktu. Tapi bukan berarti aku tidak bisa membuka pintu hatiku untuk seseorang. Andaikan saja aku bisa mengatur hatiku untuk membuka dan menutup, maka aku akan melakukannya sejak dulu kala.. Membuka hatiku untuk seseorang yang baik dan perhatian padaku. Sudah cukup, tanpa ada apapun syarat. Tetapi sekali lagi, aku sungguh tak kuasa untuk mengatur hatiku.. akan aku jatuhkan pada siapa, kubuka untuk siapa dan bagaimana orangnya. Itu sungguh diluar kendaliku. Aku tidak bisa mengatur untuk menyukai atau tidak menyukai seseorang. Maafkan aku.. Bila ada yang terluka, sungguh aku tak bermaksud untuk begitu.. Kelemahanku yang belum mampu menerima segala kelebihan kekuranganmulah menyebabkanku belum mampu terpesona olehmu..
Bukan berarti aku merasa banyak kelebihan. Justru aku merasa kelemahanku inilah yang membuatku belum juga mampu menemukan signal yang tepat untuk memasuki sebuah gerbang yang disebut pernikahan.
Manusia tercipta dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tak ada yang sempurna. Entah mengapa aku tak berani untuk menentukan spesifikasi dan syarat seperti apa yang pas untuk saling melengkapi kekurangan dan kelebihanku. Seorang psikolog yang sekaligus dosenku pernah menasehati dan memberikan tips padaku: cobalah dianalisa. Apa saja kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, maka carilah pendamping hidup dengan karakter, kekurangan dan kelebihan yang berbeda, sehingga bisa saling melengkapi.
Tips yang mudah secara teori tetapi dalam prakteknya tidaklah demikian. Ada campur tangan Tuhan dalam memberikan rasa ketertarikan dalam hati manusia. Mintanya yang begini kenapa malah tertarik dengan yang begitu, yang bisa jadi jauh dari apa yang disyaratkan atau tipe yang diidealkan.
Aku berusaha dengan berdoa:
Ya Allah pertemukanlah, jodohkanlah dan jauhcintakanlah aku pada seseorang yang mencintai karenaMu, untuk meraih ridhoMu dan di jalanMu. Karena Engkaulah yang Maha membolak-balikkan hati manusia. Jagalah hatiku untuk menyukai, mencintai, hal-hal yang diperintahkan olehMu, yang disyariatkan olehMu. Termasuk dalam menentukan pilihan pendamping hidup dunia dan akhirat. Karena aku sudah tidak mampu lagi untuk menentukan syarat dan kriteria seperti apa yang terbaik untukku. Engkaulah yang Maha Tahu Baik tidaknya seseorang itu untukku, di masa sekarang dan juga di masa yang akan datang. Aku begitu lemah. Seleraku bisa saja salah, pandanganku terbatas. Engkaulah yang paling Tahu kelebihan kekuranganku. Engkau juga yang paling Tahu seseorang yang seperti apa yang kubutuhkan untuk melengkapi kekuranganku.
“Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu, dan boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu.”
Ya.. kutitipkan hatiku padaMu..
Jatuh cintakanlah pada kebaikan dan kebenaran..
Jatuh cintakanlah pada seseorang yang jatuh cinta padaMu, untukMu, karenaMu dan untuk meraih ridhoMu..
Satukanlah dalam ikatan di jalanMu..
Pertemukan dalam jalan ridhoMu..
Bingkailah dengan indah kuasaMu..
agar aku bisa merasakan damainya kasih sayangMu..
Kutahu Kasih SayangMu begitu luas dan dalam..
Namun seringkali aku buta dan tak mampu untuk merasakanNya..
terhalang oleh debu dosa-dosaku..
Ampunilah aku yang seringkali kurang bersyukur padaMu..
Memohon untuk disegerakan karena takut jatuh dalam noda dan dosa..
Memohon padaMu untuk memberikan kejutan manis untukku.. untuk ibukku yang sudah lama menantikan datangnya belahan jiwaku..
Semata-mata untuk meraih ridhoMu, mengikuti sunah NabiMu..
La haula walaa quwwata illa billah..
Hanya padaMu aku menyembah dan hanya padaMu aku memohon pertolongan..
Bukankah Engkau pernah berfirman; Ud’uni astajib lakum, bermohonlah padaKu,kukabulkan permohonanMu..
Salahkah bila aku menagihnya padaMu..
Tunjukilah.. berilah taufik dan hidayah padaku..
Jikalau ada hal yang salah padaku, jikalau usahaku belum maksimal, doaku belum benar, kepasrahanku belumlah total. Ampunilah dan tunjukilah aku.. Ya Rohman.. Ya Rohim.. Ya Aziz.. Ya Malikul Mulki.. Ya Dzul Jalali Wal Ikram..
Kutitipkan hatiku padaMu..