VMJ (Virus Merah Jambu)

Jumat, 21.00 WIB, saat aku menunggu balasan sms dari seseorang sejak bakda maghrib tadi belum jua dibalas..

Beberapa kali sms masuk, tetapi bukan dari seseorang yang kutunggu. Entahlah.. mungkin dia marah padaku..

Hingga mendekati jam 21.00 aku kembali kirim sms padanya. Tapi dia ga membalas juga. Mau kutelepon.. tar malah bingung, mau ngomong apaan?Atau dia barangkali sedang sibuk.. Atau.. hp-nya silent kalee. Banyak kemungkinan..

Hingga ada sms masuk. Kubaca..

“Assalamualaikum. Kaifa haluk ya ukhti? kangen ki.. Lamo tak jumpo =)”

Dia adalah ukhti yang cukup dekat denganku.. sering ke mana-mana bareng, ngadain kegiatan bareng, jalan bareng dll. Cuma karena kesibukan masing-masing jadi lama ga ketemu. So sms atau sapa di Fb terkadang bisa sedikit mengobati rasa kangen.

“Waalaikumsalam Wr Wb. alhamdulillah baek. Iya kangen juga. Sibuk apa niy? Praktek di RS ya? Besok hari minggu ikut bantu outbound ga? Insya Alloh aku ikut” . kukirim.. terlihat tulisan delivered di layar N70ku

Dia balas.. “Insya Alloh mb, kuusahain ikut. Q sangat kangen n rindu ma temen-temen. Q pengen ngrasain kumpul -kumpul lagi.”

Kujawab.. “oke, Insya alloh aku juga ikut, walo cuma mpe dhuhur Insya Alloh..”

Dia masih kirim sms padaku: “mb Wii, ni q lagi gundah gulana nich? Adakah tips untuk mengatasinya?”

Kujawab singkat: “Kenapa kira-kira?”

“Entah apa itu, Sinta (nama samaran) ga tahu mb? Ada rasa resah, sedih n suka. Semua campur aduk”, jawabnya tak berapa lama dr sms sebelumnya.

“Sejak kapan? Hanya sesekali, saat tertentu ato mendominasi dlm keseharian?” tanyaku padanya

langsung sms masuk darinya: ” Dalam waktu-waktu ini.. membuatku ga konsen dalam mengerjakan tugas”

Dalam proses membalas.. baru kuketik beberapa kata.. eh udah masuk lagi sms darinya:
“Mb Wi, tolong terapi apa yang dapat menghilangkan itu semua? Q ga mau berlama-lama, bisa-bisa tugasku ga selese-selese.”

Dalam hati aku menduga sambil senyum-senyum sendiri ga jelas. Yach.. kok bisa ngepas begini ya.. aku juga sepertinya mengalami hal yang sama dengan dirinya. Gundah, gulana, senang , sedih, campur aduk..
Itu baru kusadari saat aku sms-an dengan temanku itu. Cuma dia ga tau kalau aku juga sedang merasakan hal yang sama..

Isengku sedikit kumat. Ehm, ga gitu dink, untuk memastikan saja kalau diagnosaku (bahwa dia sedang terkena virus merah jambu) kuat, kutambah dengan pertanyaan berikutnya:

“Biasanya saat sendiri atau saat rame-rame ma temen-temen? di malam hari, siang ato sore? tempatnya di rumah, di kampus atau di Rumah sakit?” hi hi hi kukirim sambil senyum-senyum, lumayan bisa sedikit menghilangkan kekesalanku.

Langsung di balas temanku; “Semuanya bisa mbak”

Kubalas: “waduh gaswat dunk! Sepertinya dirimu kena VIRUS MERAH JAMBU dengan someone.. Bener ga?

“Ma siapa mb? koq bisa Mb wi mendiagnosa seperti itu?” tanyanya padaku

Biasa.. terkadang orang yang lagi kena virus merah jambu suka ga ngeh kalau dirinya sedang terjangkit penyakit aneh. Iya aneh, jadi susah tidur, ga konsen, senang, sedih, ga jelas gitu jadinya. he he he

Kujawab: “gejala-gejala seperti itu biasanya VMJ. Di mana-mana ga konsen. Senang sekaligus sedih. Ma siapa? ya hanya hatimu dan Allah yang tahu (NB:klo blom dicurhatin ke orng lain, dan orang2 disekitar krg memperhatikan). wajar siy..”

“Mb Wi pernah ngalamin ya? he he he. Selama ini Sinta hanya berorientasi pada praktek dan tugas. Ada solusi Mb wi bwtku?” tanyanya padaku. kubaca di hp masih sambil senyum. Ah benarkah dia ga sadar kalau sedang suka dengan seseorang atau malu mengatakan langsung padaku ya =)

“Pernah.. Kira-kira dia gimana? suka ga? Sinta sendiri dah siap untuk serius blom? atau masih fokus study?” kutekan tombol reply..

“waduh mb, pertanyaanne kok aneh-aneh. Pengalamannya Mb Wi gimana?”
walah malah gantian nanya pengalamanku segala. Yg mo curhat sapa seeh? heran deh , jawabku dalam hati =)

“Pengalamanku, ya pernahlah suka sama seseorang. Doain aku mendapatkan seseorang yang terbaik menurutNya ya. Ga anehlah. Islam itu indah. Kalau siap menikahlah. Kalau belum, simpan dan jaga rasa itu sampai waktu yang tepat. Jadi rasa suka/ simpati pada seseorang itu juga suatu bentuk ujian. Bagaimana kita menyikapinya. Apakah dengan cara – cara yang sesuai dengan ajaran agama kita atau tidak..”
Kubalas dengan panjang 3 karakter..

Kuyakin, temanku itu sudah paham. Bahwa pacaran itu sebaiknya dihindari. Karena lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya. Kalau ada yang bilang pacaran itu upaya penjajagan.

Seberapa jauh batas penjajagan itu? Toh orang yang lama pacaran tak selalu berlanjut ke pernikahan. Tak jarang, justru ketika telah menikah, bisa bosan/kecewa karena kehidupan rumah tangga tidaklah seindah di masa-masa pacaran.

Estimasi, anggapan tentang pasangannya tidak seindah seperti harapan selama pacaran. Dalam keseharian akan nampak sifat-sifat aslinya (pasangan bukanlah makhluk sempurna). Kehidupan rumah tangga membutuhkan kesediaan untuk menerima sepenuh hati kelebihan dan kekurangan pasangan. Kesediaan untuk bersama-sama mengarungi kesulitan. Kesediaan untuk saling menjajagi, saling menyesuaikan seumur hidup. Kesediaan untuk bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang semakin dewasa secara bersama-sama dalam satu visi dan misi. Suami sebagai nakhkoda dan istri sebagai pendampingnya.

Kembali ke soal pacaran.Adakah batasnya dalam pacaran? kalau lama pacaran justru bisa melenceng jauh dari sekedar jalan bareng. Kalau berdua-duaan saya yakin.. lama-lama.. kalau sudah saling suka, bisa saling berpegang tangan, berlanjut ke pelukan, ciuman etc. Bukankah ini mendekati zina? (ini pengalaman teman saya yg lain. saya alhamdulillah belum pernah pacaran sampai saat ini. Cita-cita saya pacaran setelah menikah. Jadi mau dipegang-pegang, mau diapa-apain ya ga masalah, justru berpahala =). tapi kalau belum halal (belum menikah) saya takut berdosa. Dosa saya sudah cukup banyak. Ga mau nambah dosa-dosa lagi. Ini hanya prinsip yang coba saya pegang sebagai seorang muslimah tentunya.. =D

Agak lama temanku membalas; ” Bismillah mb.. semoga kita dipertemukan seseorang yang terbaik bagi kita. saling mendoakan ya mbak. Aku pengen cerita banyak ma Mb wi. Insya alloh. semoga kita dipertemukan di waktu yang tepat”

Aku membaca balasan itu dengan tersenyum. Ia sudah cukup paham dengan maksudku. “Iya, amiin. Insya alloh” balasku.

“jazakillah khor ya mbak.. aku senang mempunyai sodara (sesama Muslim adalah saudara) seperti mb Wi. Memang Allah mempertemukan kita dengan sekenarioNya yang indah. Bobo’ yuk Mb.. Bismika allohuma ahya wabismika amuut..”

“Waiyyaki. Sama-sama. banyak berdoa biar hati tenang” balasku padanya

Dalam hati aku belum ngantuk.. Ah kutulis saja di blog.. Pas juga untuk mengurai benang kusut di hati. Agar tidak salah tafsir. Aku Tak bermaksud begitu. Sejujurnya, siapa sih yang tidak ingin punya teman dekat, teman sharing, berbagi rasa? Tapi kita tidak bisa sharing dengan semua orang bukan? Hanya orang/teman dekat saja. Itupun mestinya dipilih-pilih lagi. Kalau dengan lawan jenis.. takutnya menimbulkan penafsiran yang berbeda dari orang lain. Kalau sudah ada orang sekitar yang menganggap hubungan lebih dari sekedar teman, berarti mungkin saja tanpa disadari memang begitu..

Di sisi lain, aku takut melukai dan tak ingin dilukai. Jadi soal hati, aku kan hati-hati sekali. Karena yang namanya patah hati itu sakit.. Bahkan Meggy Z sendiri lebih memilih sakit gigi daripada sakit hati. Padahal adikku sendiri kalau sakit gigi jadi gampang emosi, ga mau makan apa-apa. Kalau aku ditawarin sih, ga mau sakit gigi apalagi sakit hati.

Jadi kembali ke topik VMJ.. Kalau memang benar-benar suka dan serius, maka bertindaklah secara pria dewasa yang penuh tanggung jawab. Berproses menuju pernikahan (taaruf). tetapi kalau belum siap untuk mencintai sepenuh hati maka lupakan atau simpan saja rasa itu hingga tiba saatnya. yaitu ketika siap untuk menanggung beban lahir batin orang yang kita sukai. Bagiku, cinta adalah tanggung jawab. Itu dibuktikan dengan menikah, bukan pacaran. Moga Alloh senantiasa menjaga prinsipku. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s