Mencintai Tak Harus Memiliki

Patah Hati?? Go away!!

Sedalam apa luka terasa. Selama apa luka ada. Tergantung sedalam dan seberapa lama hati kita mengijinkan.. (Dwee-Marty)

Sejenak kuberjalan, menelusuri lorong-lorong kehidupan yang telah kulalui.

Rentang waktu mengajarkanku bahwa hidup ini penuh liku. Liku yang memberi nuansa-nuansa syahdu, menyayat kalbu hingga berujung pada upaya membaca maksudNya yang belum juga mampu kubaca dan kupahami.

Semua hal terjadi bukan tanpa maksud. Semua hal terjadi bukan kebetulan. Ada suatu Tangan dibalik semua ini. Tangan yang tak pernah tidur dan tak pernah mati. Dia Maha Abadi.

Setiap episode kehidupan yang kita lalui tidak terjadi dengan sendirinya. Episode perkenalan, memahami, hingga jatuh hati, semua atas kuasaNya. Juga bila akhirnya berakhir tanpa kejelasan, atau bahkan meninggalkan jejak-jejak luka di hati. Itulah garis takdir yang harus kita hadapi. Tak perlu di sesali. Tak perlu menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Tuhan.

Sesekali, momen kecil di episode hidup kita saat ini, bisa membuat kita terkenang dan membuat kita bersedih, tak mengapa. Itu bagian dari proses penyembuhan luka. Melihat suatu benda, identik dengan dirinya. Otomatis teringat dia, wajar saja. Mendengar suatu hal, teringat padanya. Lagi-lagi membuat mata berkaca-kaca. Ah, mengapa diri kita menjadi begitu cengeng di saat-saat seperti itu???

Memori masa lalu tak mungkin kita hapus semuanya. Kesan yang pernah singgah di hati juga tak mungkin pudar begitu saja. Sedalam apa ia akan tinggal, tergantung seberapa dalam kita mengijinkannya.
Begitu juga dengan luka yang tertinggal. Seberapa dalam dan seberapa lama ia ada, kembali pada diri kita.

Satu pelajaran berharga dari patah hati; kita pernah merasa ada hati, wajar saja bila merasa kehilangan. Padahal semua yang ada di hadapan kita sesungguhnya hanyalah titipan. Termasuk orang-orang yang kita cintai. Tak selamanya akan bersama kita.

Patah hati boleh-boleh saja. Tapi tak boleh patah arang.

Life must go on..

Tetap berjuang  untuk masa depan kita.

Masa lalu biarlah menjadi satu episode hidup kita.

Yang membuat kita belajar bahwa mencintai tak selalu harus memiliki

Keinginanku

Keinginanku
Tertahan waktu
Tak Berwujud apa,
selain gelisahku..

Tak cukup hanya
Dengan bayangmu
Melumpuhkan kesepian
yang dalam di sini..
Sungguh nyata

Semakin aku menunggu
Semakin aku terjerat
Terjerat dalam penantian ini

Sedetikpun menghilang
Sungguh begitu berarti
Sepi yang tiada pernah berakhir

(by:Marcell)

Muslimah Bekerja? Why Not

wanita karierMuslimah bekerja? why not

Siti Aisyah berkomentar “Alat pemintal di tangan perempuan lebih baik daripada tombak di tangan kaum laki laki (di saat berjihad).”

Muslimah bekerja? Mengapa tidak. Ada bidang-bidang dimana wanita lebih pas berperan di dalamnya. Contoh kasus: Ketika seorang muslimah melahirkan tentu akan lebih nyaman bila yang membantunya melahirkan adalah dokter wanita.

Di sisi lain, jumlah wanita lebih banyak dibanding pria. Wajar saja bila wanita pun ingin turut berkontribusi menebar kebaikan, salah satunya di dunia kerja.

Sejarah awal Islam pun mencatat banyak figur perempuan sahabat nabi yang terjun dalam berbagai bidang usaha.

Sebut saja Siti Khadijah istri Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai komisaris perusahaan, Ummu Salim binti Milhan yang menekuni bidang tata rias pengantin, Zainab binti Jahsy yang berprofesi sebagai penyamak kulit binatang, dan Alsyifa’ yang berprofesi sebagai sekretaris dan pernah diangkat khalifah Umar ibn al-Khattab sebagai kepala pasar kota Madinah, istri Abdullah ibn Mas’ud yang dikenal sebagai pengusaha wiraswasta dari kalangan perempuan yang sukses.

Semua itu menandakan betapa Islam, hingga pada tataran tertentu sangat apresiatif terhadap muslimah yang bekerja dan berkarier. Lanjut membaca

TRAGEDI MERAH PUTIH 17 FEBRUARI 2010 [Refleksi]

Merah Putihku

Berkibarlah Merah putihku

Tak ada yang sempurna. Karena kesempurnaan hanya milikNya semata. Justru dengan tidak sempurnanya kita, akan selalu tercipta nuansa-nuansa indah menuju perbaikan (Dwee-Marty)

Upacara 17 Februari 2010 kemarin adalah first experience saya dan 5 orang teman sebagai petugas upacara di kantor. Sehari sebelumnya, kami sudah persiapan dan latihan sebaik-baiknya. Mengingat, upacara 17 Februari kemarin juga merupakan upacara sumpah jabatan 3 orang rekan kerja kami sebagai PNS. So, sewajarnyalah kami ingin mempersembahkan yang terbaik untuk momen penting mereka.

Jam 06.45 WIB sudah sampai di kantor. Terlihat Mbak Umi (sang pelatih upacara) sibuk menyiapkan perlengkapan. Mulai dari sound system, kaset/CD lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta, perlengkapan petugas (peci, sarung tangan putih, slayer merah, dsb) dibantu security. Lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan cipta akan diputar dari kaset/CD karena tidak memungkinkan bila harus ada tim paduan suara tersendiri. Bisa-bisa tidak ada peserta upacaranya. Lha jumlah peserta upacaranya plus komandannya saja sekitar 20-an orang; bagian umum, kepegawaian, keuangan, litkayasa dan security crew. Petugas upacara 10 orang, yang dilantik menjadi PNS 3 orang. Para peneliti sedang survey tahap 3 ke lapangan. Otomatis peserta tersisa kurang lebih separo bagian sendiri. Lucu juga sih rasanya, jumlah peserta minimalis. Bagaimana bila suatu waktu tim litkayasa juga pas ke lapangan ya? Apakah masih akan ada upacara? He he he lucu kali ya. Selagi masih bisa dilangsungkan upacara ya tetep upacara-lah. Lanjut membaca

Keep on Trying

Terus Berjuang dan berproses

Tetap Berjuang dan Berproses (Dwee-Marty)

Ada satu hal yang menarik, ketika seorang kenalan bercerita pada saya. Dia ingin mengurangi kebiasaan buruknya. Dengan santainya menceritakan kalau mempunyai “rasa” dengan seseorang, nota bene bukan istrinya. Bahkan dia mengatakan “lagi butuh vitamin” niy. Begitulah kalau dia sedang kangen dengan wanita pujaannya. Sms atau telpon-telponan dia lakukan. Lebih mesra dibandingkan ketika dia lakukan dengan istrinya. Saya saja bisa membedakan bagaimana ekspresi wajahnya, kemesraannya ketika dia menelpon ‘sang vitamin’. Anehnya lagi, ketika dia menelpon istrinya dia ga bisa selama dan semesra itu. Saya sampai mesem-mesem dan kadang sengaja batuk-batuk mengganggunya ketika dia sedang membutuhkan vitamin. Lanjut membaca

Tips Mengatasi Lelah Fisik dan Psikis

Dia yang hanya berusaha meraih ridhoNya
Tak kan cepat merasa lelah
Dengan suka duka kehidupan
Dengan segala macam tanggapan manusia tentangnya
Selalu punya energi untuk menebar kebaikan

Seorang teman bertanya pada saya, “mengapa saya merasa lelah secara fisik dan psikis ya?” Dari mulutnya mengalir cerita panjang lebar. Betapa dia sudah berusaha bersikap baik pada setiap orang yang dia temui. Dia berusaha melakukan pekerjaan seoptimal yang dia bisa. Tapi tetaplah tak mungkin bisa membuat semua orang bisa senang dan sependapat dengannya. Tak bisa membuat semua orang bahagia.

Wajar saja, kita hidup berinteraksi dengan berbagai macam orang. Masing-masing punya karakter, latar belakang, pengalaman, kondisi yang berbeda. Tanggapan yang diberikan pun jadi bermacam-macam.

Saya membagi tiga karakter utama manusia:

1. Dia akan merasa berharga bila bisa membuat orang lain sukses bersamanya.

2. Dia hanya peduli dengan dirinya, orang lain sukses atau tidak bukan hal penting baginya

3. Dia yang merasa siapapun yang ada di dekatnya sebagai kompetitornya, selalu berusaha menghalangi keunggulan/prestasi orang lain dan ingin dirinya sendiri yang terlihat unggul

Kita bisa mengenali dengan memperhatikan ciri-ciri yang melekat pada dirinya.

Ciri karakter 1:
- Bila ada teman yang kesulitan, dia akan mendukung dan membantu setulus hati
- Bila ada teman yang merasa senang, berprestasi; dia akan merasa senang juga
- Dia akan bersaing dengan sportif
- Dia berusaha bersinergi dengan segala macam karakter orang di timnya bahkan rela mengorbankan dirinya demi kesuksesan target tim
- Bila ada orang yang berbuat tidak baik padanya, dia akan berusaha sabar dan tidak membalasnya
- Dia fokus mengembangkan potensi dirinya. Di sisi lain dia juga ingin setiap orang berkembang potensinya. Bila teman sukses karena dukungannya, dia merasa berharga
- Dia berusaha menghargai dan menghormati setiap orang yang ditemuinya.
- Dia bisa membuat orang lain nyaman di dekatnya
- Dia akan berusaha melakukan yang terbaik, terlepas pimpinan mengetahuinya atau tidak.
- Prinsip hidupnya “TUHAN MAHA BIJAKSANA, BIAR DIA SAJA YANG MENENTUKAN APAPUN YANG TERJADI PADA SAYA. TANAM KEBAIKAN, SUATU SAAT KEBAIKAN ITU AKAN KITA PETIK SENDIRI JUGA”

Karakter 2:
- Dia berusaha mengembangkan potensi dirinya agar bisa berprestasi
- Dia menghargai dan menghormati orang lain
- Bila ada yang tidak suka padanya, dia akan cuek saja
- Dia berprinsip ” Saya akan berusaha sebaik mungkin, yang penting saya tidak mengganggu dan merugikan orang lain”
- Belum ada keinginan untuk mengembangkan orang lain

Karakter 3:
- Dia akan berusaha tampil unggul
- Setiap orang yang di dekatnya dianggap sebagai saingan yang harus dikalahkannya
- Dia akan bekerja sama sebatas masih bisa menguntungkan dirinya
- Tiba-tiba bisa saja dia menjegal langkah kita
- Dia merasa dirinya hebat dan benar
- Di matanya, orang lain selalu ada salahnya
- Prinsip hidupnya “Saya akan melakukan yang terbaik, siapapun yang menghalangi akan saya singkirkan.”

Semoga kita bisa menjadi seorang manusia dengan karakter 1; yang meniatkan segala aktivitas kita dengan ikhlas, semata-mata untuk meraih ridhoNya. Dengan begitu, kita selalu punya energi untuk menebar benih kebaikan. Tidak mudah lelah menghadapi suka duka kehidupan. Bersabar atas segala macam sikap orang kepadanya. Karena dia hanya peduli pada ridhoNya saja. Penghargaan di mata manusia hanyalah bonus indah yang diberikan Tuhan untuknya. Amiin, semoga bisa

Tak akan sia-sia

Waktu kan bicara
Siapa yang tulus, siapa yang pura-pura

Waktu kan bicara
Apa yang Tuhan tetapkan untuk kita
Tidak kan lari ke mana

Waktu kan bicara
Apa yang bukan hak kita
Sekeras apapun kita kejar
Tak mampu kita genggam jua

Waktu kan bicara
Apa yang kita tanam sekarang
Suatu saat kita kan menuai buahnya
Pohon kebaikan akan berbuah kebaikan
Demikian pula sebaliknya

Waktu kan bicara
Pengorbanan kita sekarang
Tak kan pernah sia-sia
Kuyakin, Tuhan Maha Bijaksana

Tetaplah menebar benih kebaikan
Beri pupuk dan sirami,
siangi gulmanya,
jaga dari serangan hama
Biar Tuhan berbicara pada waktunya

Andai

Andai aku embun pagi
Jangan engkau menjadi mentari
Yang sinar hangatnya mengusirku pergi

Andai aku air
Jangan engkau jadi api
Yang membuatku kering tak berarti

Andai aku api
Jangan engkau jadi hujan
yang mengguyurku padam lalu mati

(Poem From Mb Ana waktu orientasi web @ hotel semesta, 6 Maret 2010)

By jalinankata Posted in Puisi

Cara menulis artikel yang search engine friendly

Artikel mempunyai peran penting untuk SEO (Search Engine Optimization). Dengan artikel yang bagus, sesuai etika mesin pencari maka blog kita mendapatkan tempat depan/atas sehingga bisa meningkatkan traffic blog kita .

Berikut ada beberapa cara menulis artikel yang mudah dikenal mesin pencari:

1.Beberapa baris pertama artikel harus semenarik mungkin. Ini karena beberapa search engine sulit mengenali Meta taq deskripsin (deskripsi artikel itu apa). Sehingga akan mengambil beberapa baris pertama sebagai bagian yang akan ditampilkan di search engine.

2.Bagian atas dan bawah artikel kita sisipkan keyword

3.Susunlah keyword agar menjadi kalimat yang tidak janggal. Ini penting agar tidak dianggap spam.

4.Paragrafnya jangan terlalu panjang
Usahakan cukup 2-5 kalimat saja di paragraf awal, agar pembaca tidak malas untuk membaca kelanjutannya.

6.Kata kunci dicetak tebal, jumlah kata kunci diusahakan sewajarnya

7. Usahakan membuat jenis tulisan yang unik, yang kira-kira dibutuhkan masyarakat banyak

8. Menambahkan fasilitas komentator

9. Adanya aplikasi live chatt

NB: Disampaikan oleh Dwi Budi Santoso dalam Orientasi Pembuatan Website Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang @ Hotel Semesta Semarang, 4 – 7 Maret 2010