Sedalam apa luka terasa. Selama apa luka ada. Tergantung sedalam dan seberapa lama hati kita mengijinkan.. (Dwee-Marty)
Sejenak kuberjalan, menelusuri lorong-lorong kehidupan yang telah kulalui.
Rentang waktu mengajarkanku bahwa hidup ini penuh liku. Liku yang memberi nuansa-nuansa syahdu, menyayat kalbu hingga berujung pada upaya membaca maksudNya yang belum juga mampu kubaca dan kupahami.
Semua hal terjadi bukan tanpa maksud. Semua hal terjadi bukan kebetulan. Ada suatu Tangan dibalik semua ini. Tangan yang tak pernah tidur dan tak pernah mati. Dia Maha Abadi.
Setiap episode kehidupan yang kita lalui tidak terjadi dengan sendirinya. Episode perkenalan, memahami, hingga jatuh hati, semua atas kuasaNya. Juga bila akhirnya berakhir tanpa kejelasan, atau bahkan meninggalkan jejak-jejak luka di hati. Itulah garis takdir yang harus kita hadapi. Tak perlu di sesali. Tak perlu menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Tuhan.
Sesekali, momen kecil di episode hidup kita saat ini, bisa membuat kita terkenang dan membuat kita bersedih, tak mengapa. Itu bagian dari proses penyembuhan luka. Melihat suatu benda, identik dengan dirinya. Otomatis teringat dia, wajar saja. Mendengar suatu hal, teringat padanya. Lagi-lagi membuat mata berkaca-kaca. Ah, mengapa diri kita menjadi begitu cengeng di saat-saat seperti itu???
Memori masa lalu tak mungkin kita hapus semuanya. Kesan yang pernah singgah di hati juga tak mungkin pudar begitu saja. Sedalam apa ia akan tinggal, tergantung seberapa dalam kita mengijinkannya.
Begitu juga dengan luka yang tertinggal. Seberapa dalam dan seberapa lama ia ada, kembali pada diri kita.
Satu pelajaran berharga dari patah hati; kita pernah merasa ada hati, wajar saja bila merasa kehilangan. Padahal semua yang ada di hadapan kita sesungguhnya hanyalah titipan. Termasuk orang-orang yang kita cintai. Tak selamanya akan bersama kita.
Patah hati boleh-boleh saja. Tapi tak boleh patah arang.
Life must go on..
Tetap berjuang untuk masa depan kita.
Masa lalu biarlah menjadi satu episode hidup kita.
Yang membuat kita belajar bahwa mencintai tak selalu harus memiliki




