“Apa yang terbentang di hadapan dan di belakang kita tak begitu penting. Yang jauh lebih penting adalah apa yang ada di dalam diri kita” (Oliver windel Holmes)
Kepribadian manusia (dilihat dari bagaimana kita memusatkan perhatian) bisa dibagi menjadi kecenderungan ekstrovert atau introvert. Tidak bisa diputuskan bahwa ekstrovert lebih baik dibandingkan introvert, atau pun sebaliknya introvert lebih baik dibandingkan ekstrovert. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.
Di satu sisi, tidak ada manusia yang seutuhnya introvert, ataupun seutuhnya ekstrovert. Lebih pas bila kita katakan, kecenderungan introvert atau kecenderungan ekstrovert. Oke, kita simak bersama ya, diri kita termasuk introvert atau ekstrovert.
1. Ekstrovert
Seorang ekstrovert dapat dengan mudah mengungkapkan masalah dan perasaan dalam dirinya kepada orang yang dikenalnya. Misalnya: tidak segan mengungkapkan keinginannya kepada orang tuanya, mengutarakan isi hati kepada kekasihnya dsb.
Pribadi ekstrovert tidak suka berdiam diri, mengutamakan tindakan tanpa banyak merenungkan. Baginya, yang penting di dahulukan adalah tindakan, baru memikirkan resiko yang akan menimpanya.
Orang berkepribadian ekstrovert juga senang berbicara, sehingga suka berkenalan dan menjalin persahabatan. Menurutnya, dari persahabatan akan diperoleh banyak masukan bagi pencerahan diri.
Orang dengan kepribadian ini juga memiliki pandangan hidup luas, sehingga mudah tertarik dengan tuntutan-tuntutan dari kondisi-kondisi di luar dirinya.
Orang introvert berminat tinggi terhadap kegiatan-kegiatan yang melibatkan unsur kebersamaan, seperti ; kemah, arung jeram dsb. baginya, pergaulan dalah hal yang berharga, sebaliknya ia menganggap orang yang tidak bergaul adalah orang yang dangkal.
2. Introvert
Seorang introvert cenderung menyimpan banyak rahasia tentang persoalan dirinya, juga banyak menjaga rahasia persoalan orang lain.
orang ini dikenal sebagai sosok pendiam dan sukar diduga, suka menarik diri dari suasana ramai.
Ketika ditimpa sedih, tidak mudah baginya untuk mencurahkan perasaan kepada orang lain. kesendirian bagianya akan mendatangkan ide-ide.
Pengalaman dirinya adalah kekuatan untuk melakukan sesuatu. Baginya, banyak berinteraksi dengan orang lain bisa membuang waktu. Dalam suasana keramaian sekalipun, seperti pesta pernikahan, ia lebih nyaman berbincang hanya dengan dua atau tiga orang. Ketika bertemu atau berhadapan dengan orang yang baru dikenal, ia cenderung menunggu untuk disapa daripada menyapa lebih dahulu.
Seorang introvert juga lebih memikirkan risiko yang akan terjadi sebelum mengambil tindakan. Dalam menyelesaikan pekerjaan, ia lebih suka menyelesaikannya sendiri daripada berkelompok, walaupun pekerjaan itu membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Orang dengan tipe kepribadian ini cenderung memiliki prinsip, “saya menyendiri, lalu saya mengerti”
Nah, sekarang kita bisa menentukan sendiri, termasuk kecenderungan introvert atau ekstrovert-kah kita?
Dengan mengenal diri kita, maka kita akan belajar untuk mengenal dan menghargai tipe kepribadian orang lain. Berguna untuk harmonisasi kehidupan sosial kita.
Selamat menjalin hubungan yang manis dengan orang-orang di sekitar anda! =)
Sumber bacaan: MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)